Kepsek Tampar Siswa Merokok

Berkaca dari Kasus Viral di SMAN 1 Cimarga, UPTD PPA lebak Minta TPPK Diaktifkan Kembali di Sekolah

Sekolah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diminta mengaktifkan kembali Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan sekolah. 

Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Misbahudin
Siswa SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, hari ini kembali masuk sekolah, Rabu (15/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sekolah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diminta mengaktifkan kembali Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan sekolah. 

Pasalnya, keberadaan TPPK di lingkungan sekolah sekarang ini dinilai kurang maksimal. 

Demikian itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Lebak, Fuji Astuti. 

"Kebanyakan memang TPPK di sekolah belum maksimal  berfungsi. Dibentuk sudah, di SK kan sudah, namun kerjanya belum optimal. Makanya harus diaktifkan dan didorong lagi," ujarnya dalam sambungan telepon, Minggu (19/12025). 

Baca juga: Kasus Dugaan Kekerasan di SMAN 1 Cimarga Berakhir Damai, Laporan di Polres Lebak Akan Segera Dicabut

Fuji mengatakan, keberadaan TPPK di lingkungan sekolah sangat penting, lantaran untuk meminimalisir terjadinya persoalan, baik guru maupun para peserta didiknya. 

"Jadi sangat penting, karena kalau sudah ada itu maka setiap persoalan yang ada di lingkungan sekolah, setidaknya dapat di minimalisir," katanya. 

Fuji juga mencontohkan kasus SMA Negeri 1 Cimarga yang sempat viral beberapa hari yang lalu. 

Jangan sampai kasus serupa terjadi di sekolah lain yang ada di Lebak.

"Artinya bahwa, segala persoalan tentunya bisa diselesaikan dengan cara yang baik. Sehingga persoalan itu bisa diselesaikan mana kala TPPK nya berjalan," ucapnya. 

Fuji mengaku, bahwa pihaknya masih sangat sering menerima aduan dari pihak sekolah terkait permasalahan yang terjadi. 

Baca juga: Pasca Viral, Dindik Banten akan Lakukan Trauma Healing untuk Siswa dan Guru SMAN 1 Cimarga

"Kami sering menerima aduan itu. Kadang guru dan orang tua sebagian tidak tahu, tapi kami sudah tahu," ujarnya.

Fuji berharap, peran para guru dan orang tua agar sama-sama menjaga anak-anak di sekolah maupun di luar sekolah. 

"Jangan sampai orang tua hanya menitik beratkan anaknya di sekolah, tapi harus sama-sama menjaga anak-anak kita semuanya," pungkasnya. 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved