Gubernur Andra vs KDM dalam Keluhan Korban Bencana Lebakgedong: Bogor Huntap, Lebakgedong Huntara

Korban bencana Lebakgedong masih bertahan di huntara selama enam tahun. Warga membandingkan kebijakan Gubernur Andra dan KDM soal hunian tetap.

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Kolase Tribun Banten/Miftachul Jannah IT
Potret suasana permukiman warga korban bencana alam tahun 2020 Huntara Lebakgedong, Kabupaten Lebak (Kanan) dan Huntap warga dan Kabupaten Bogor (Kiri), Minggu (11/1/2026). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warga yang menjadi korban bencana alam pada tahun 2020 di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, hingga kini masih tinggal di hunian sementara (Huntara) berbahan terpal, Minggu (11/1/2026).

Sementara itu, warga Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, saat ini sudah memiliki hunian tetap (Huntap) permanen dengan akses jalan hotmix yang mulus.

Bencana alam tersebut terjadi pada tahun 2020 dan melanda wilayah Kabupaten Lebak serta Kabupaten Bogor.

Baca juga: Viral MBG Balita di Pandeglang Dibungkus Plastik Disebut Mirip Makanan Kucing, SPPG Buka Suara

Sebanyak 221 warga Lebakgedong tercatat masih tinggal di Huntara dan telah menempatinya selama kurang lebih enam tahun.

Berbeda dengan warga Kabupaten Bogor yang hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun setengah pascabencana untuk mendapatkan Huntap dari pemerintah.

Kesenjangan pembangunan ini memicu kecemburuan sosial di kalangan sebagian warga Lebakgedong yang hingga kini masih tinggal di Huntara. Pasalnya, selama enam tahun mereka harus bertahan di saung yang terbuat dari terpal tanpa penanganan yang jelas.

Cicih, salah satu warga yang tinggal di Huntara Lebakgedong, mengaku iri melihat pembangunan di wilayah Bogor yang dinilainya begitu cepat ditangani pemerintah.

Terlebih, menurut dia, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor sama-sama berada di Indonesia.

“Iya pasti iri, soalnya kan sangat berdekatan. Padahal masih satu Indonesia. Jangan dibeda-bedakan,” ujarnya.

“Lihat warga Bogor, mereka sudah punya rumah, jalannya hotmix mulus,” sambungnya.

Sementara itu, warga lainnya, Rum, menambahkan bahwa kedatangan Gubernur Banten, Andra Soni, ke Huntara dinilai hanya sebatas janji.

“Datang ke sini, tapi bohong saja. Katanya akan segera dibangun, tapi sampai sekarang tidak ada,” katanya.

“Ngomong bohong terus-terusan,” sambungnya.

Ia juga menyebut sempat ada alat berat yang datang ke lokasi, namun hanya untuk membersihkan lahan.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved