Kapan Jalur Pendakian Gunung Pulosari Dibuka? Ini Kata Perhutani KPH Pandeglang
Jalur pendakian Gunung Pulosari di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, secara resmi ditutup tertanggal, 16 Oktober 2025.
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Jalur pendakian Gunung Pulosari di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, secara resmi ditutup tertanggal, 16 Oktober 2025.
Penutupan jalur pendakian Gunung Pulosari di Desa Cikoneng, Pandat, Cilentung, dan Pari, yang masing-masing berada di tiga kecamatan, yaitu Mandalawangi, Pulosari, dan Saketi.
Kepala Urusan Teknik Kehutanan BKPH Pandeglang, Yayat Hendrawiyatna membenarkan, bahwa jalur pendakian di Gunung Pulosari dinonaktifkan sementara.
Baca juga: Cair Rp900 Ribu! Ini Syarat dan Cara Dapat BLT Kesra Oktober 2025, Apa Namamu Termasuk, Cek di Sini
"Keputusan ini bukan penutupan permanen, tapi penonaktifan sementara sampai semua kepentingan dan agenda kawasan selesai," ujarnya.
Menurut Yayat, keputusan tersebut berdasarkan melalui musyawarah antara masyarakat dan Perum Perhutani BKPH Pandeglang, yang digelar Jumat (17/10/2025).
"Semua kepala desa sudah sepakat. Begitu juga dengan aparat kepolisian dan perwakilan kecamatan," ujarnya.
Selama masa penutupan, pihak Perhutani akan melakukan evaluasi dan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi jalur pendakian dan ekosistem di sekitarnya.
Kegiatan tersebut akan melibatkan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang guna memastikan langkah penataan kawasan berjalan sesuai kaidah konservasi.
“Sampai akhir Desember nanti, kami akan turun langsung memantau kondisi jalur, mengevaluasi dampak lingkungan, dan merumuskan langkah pengelolaan berikutnya,” ujar Yayat.
Kondisi Gunung Pulosari Memprihatinkan
Sekretaris Jenderal Majelis Mudzakaroh Muhtadi, Muhamad Sirojudin Alawi menyebut, penutupan ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap kondisi Gunung Pulosari yang semakin memprihatinkan.
"Selama jalur pendakian dibuka, tidak pernah ada evaluasi dari pengelola maupun Perhutani. Ini yang membuat warga khawatir," katanya, Sabtu (18/10/2025).
Menurutnya, kekhawatiran warga semakin meningkat lantaran memasuki musim hujan yang berpotensi menimbulkan longsor di area pendakian.
"Curah hujan tinggi, dan jalur makin luas bisa berdampak langsung bagi warga setempat di bawahnya," ujarnya.
Ia juga mengingatkan KLH, agar tidak gegabah membuka kembali jalur pendakian tanpa izin lingkungan dan tanpa mendengarkan aspirasi masyarakat.
"Kalau kebijakan diambil sepihak, justru bisa memicu konflik baru," tegasnya.
"Selain aspek lingkungan, warga juga menyoroti perilaku sebagian pendaki yang dianggap tidak menghormati kawasan sakral di sekitar area perkemahan," sambungnya.
| Pemkab Pandeglang Kaget Ahmad Mursidi Sudah Tersangka Saat Dilantik Jadi Staf Ahli |
|
|---|
| Fuhaira Desak Bupati Pandeglang Copot Ahmad Mursidi dan Kepala BKPSDM, Ini Alasannya |
|
|---|
| Gebrag Ngadu Bedug 2026 Resmi Digelar Malam Ini, 20 Kampung Adu Kreativitas di Alun-alun Pandeglang |
|
|---|
| Harta Fuhaira Amin, Wakil Ketua DPRD Dukung Tersangka Laka Maut Dilantik Staf Ahli Bupati Pandeglang |
|
|---|
| Kata Polisi Soal Tersangka Laka Maut Ahmad Mursidi Tak Ditahan, Malah Dilantik Jadi Staf Ahli Bupati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Pemandangan-sawah-latar-gunung-Pulosari-pesawahan.jpg)