Warga Miskin di Pandeglang Capai 105,35 Jiwa, Paling Tinggi di Banten

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, mencatat ada sebanyak 105,35 jiwa atau 8,51 warga Pandeglang hidup di bawah garis kemiskinan. 

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
TribunBanten.com/Misbahudin
DINSOS - Fungsional Bidang Perlindungan Jaminan sosial pada Dinsos Pandeglang, Iik Ihromi, saat ditemui di ruang kerjanya yang berlokasi di Jalan Raya Serang KM 3.5 No. 5A, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (9/2/2026).  

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, mencatat ada sebanyak 105,35 jiwa atau 8,51 warga Pandeglang hidup di bawah garis kemiskinan. 

Data tersebut tercatat sejak tahun 2025 berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS)

Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, bertugas menyediakan data statistik dasar yang akurat dan mutakhir untuk perencanaan pembangunan, kebijakan pemerintah, dan masyarakat.

Pandeglang adalah sebuah kabupaten yang terletak dibagian barat-selatan Provinsi Banten, Indonesia. 

"(Warga miskin di Pandeglang,-red) Ada 105,35 jiwa, itu berdasarkan data BPS tahun 2025," ujar Fungsional Bidang Perlindungan Jaminan sosial pada Dinas Sosial Pandeglang, Iik Ihromi, saat ditemui di ruang kerjanya yang berlokasi di Jalan Raya Serang KM 3.5 No. 5A, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (9/2/2026). 

Iik menyebut bahwa kemiskinan di Pandeglang paling tinggi di Banten, dibandingkan dengan Kabupaten dan Kota lainya. 

Menurut Iik, jumlah warga miskin di Pandeglang mengalami peningkatan.

"Datanya mengalami peningkatan, kalau menurut data yah," ujarnya. 

Iik mengungkapkan tinggi warga miskin di Kabupaten Pandeglang, dikarena minimnya lapangan pekerjaan. 

Selain itu, kata dia, banyak faktor lain yang menyebabkan kemiskinan tinggi di Pandeglang.

Kategori miskin masuk dalam desil 1 sampai dengan 5. 

"Dari miskin, sangat miskin dan miskin ekstrem. Desil pun bukan kami yang menentukan, tapi adanya di BPS," katanya. 

Iik melanjutkan, ada beberapa Kecamatan paling banyak warga miskin. Di antaranya Mandalawangi dan Cikeusik. 

"Kalau kemarin Mandalawangi dan Cikeusik, tapi nanti kita buka lagi datanya," katanya. 

Iik menilai faktor kemiskinan dapat mempengaruhi terhadap pemenuhan hak anak salah satunya adalah pendidikan. 

"Sangat berdampak sekali. Kenapa pemerintah Pusat menyediakan sekolah rakyat, salah satunya untuk tadi mengentaskan kemiskinan, terutama soal pendidikannya," ujarnya. 


Data kemiskinan berdasarkan Kabupaten dan Kota di Banten 

1. Kabupaten Pandeglang, 105,35 atau 8,51 persen.

2. Kabupaten Lebak, 106,52 atau 8,03 persen

3. Kabupaten Tangerang, 265,2 atau 6,42 persen 

4. Kabupaten Serang, 68,51 atau 4,48 persen 

5. Kota Tangerang, 124,76 atau 5,43 persen 

6. Kota Cilegon, 16,05 atau 3,75 persen 

7. Kota Serang, 41,07 atau 5,65 persen

8. Kota Tangerang Selatan, 44,61 atau 2,39 persen

 

 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved