Ramai Roti MBG Berjamur di SD Malnu Menes Pandeglang, KSPPG Bakti Mandiri : Sudah Diganti 

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) dapur Bakti Mandiri di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, akhirnya buka suara terkait menu roti MBG

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
Dok. Ist/SPPG Bakti Mandiri Menes
SPPG MBG - Potret gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) dapur Bakti Mandiri di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. 

"Saya selaku produsen roti tawar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, atas kejadian ini, dan semoga dapat dimaklumi," kata Rusman dalam keterangan tertulisnya. 

Ia mengaku, sudah mengganti roti yang berjamur tersebut. 

"Adapun hal-hal yang berkaitan dengan masalah roti, saya selaku produsen produk sudah mengganti produk yang rusak ke pihak penerima dengan yang baru," tambahnya. 

Terkait kerja sama produk, ia mengaku terbuka dan transparan terhadap pelayanan maupun pembuatan rotinya. 

"Kami selalu terbuka dengan segala persiapan yang lebih matang, agar kejadian ini tidak terulang lagi," pungkasnya.

Baca juga: Jadwal Pemakaman Vidi Aldiano Hari Ini, Minggu 8 Maret 2026 di TPU Tanah Kusir

Menu MBG di SD Malnu Menes Pandeglang Diprotes Wali Murid 

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada para siswa sekolah SD Malnu Pusat Menes di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten dikeluhkan orang tua siswa. 

Menu yang diberikan kepada para siswa dinilai tidak sesuai. Bahkan terdapat roti tawar satu pack yang sudah berjamur. 

Orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya berjenis kelamin perempuan mengatakan, menu MBG yang diterima siswa antara lain, satu pack roti, satu buah apel, dua buah susu kotak dan ager. 

"Iya tadi rame digrup wali murid, komplen rotinya berjamur. Kalau ngitung harga, menunya itu gak masuk akal," katanya keada TribunBanten.com dalam sambungan telepon, Kamis (5/3/2026) malam. 

"Kan kita tahu jatah anak itu Rp10 ribu ya kan, dia mah gak nyampe segitu. Paling Rp6 sampai Rp7 ribu, kalau dihitung ulang paling tidak masuk. Makanannya tidak layak konsumsi aja," tambahnya. 

Wali murid ini menyebutkan, menu yang diberikan kepada para siswa untuk tiga hari. 

"Iya, itu untuk tiga hari, terus Minggu kemarin juga sama menunya gak sesuai," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, para wali murid di sekolah tersebut mengeluhkan menu bukan hanya satu atau dua kali saja, melainkan sudah sangat sering. 

Bahkan, kata dia, pihak sekolah juga sudah beberapa kali komplen kepada pihak SPPG, akan tetapi tidak pernah ditanggapi. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved