DP2KBP3A Pandeglang: Program KB Bukan Sekadar Batasi Angka Kelahiran, Tapi Bisa Atasi Masalah Sosial
Kepala Dinas DP2KBP3A Pandeglang, Gimas Rahadyan, menyebut bahwa Keluarga Berencana (KB) adalah solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan sosial.
Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang, Gimas Rahadyan, menyebut bahwa program Keluarga Berencana (KB) adalah solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.
Permasalahan tersebut antara lain, terkait kemampuan ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
"Kami selalu mengingatkan masyarakat bahwa KB ini adalah solusi permasalahan, di mana berhubungan daya dukung dan daya tampung. Ketika rumah hanya menampung dua kamar, maka daya tampungnya tidak lebih dari dua anak. Dan ketika anak lebih dari dua, ini jadi problem," ujarnya kepada TribunBanten.com, Jumat (3/4/2026).
Gimas mengatakan, bahwa tujuan pentingnya KB bukan hanya membatasi angka kelahiran, melainkan dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan terurus.
"Jadi dua anak itu bukan tentang membatasi kelahiran, tapi bagaimana dapat mencetak SDM berkualitas dan produktif. Maka daya dukung dan daya tampung, nantinya akan terpenuhi," katanya.
Baca juga: DP2KBP3A Ungkap Penyebab Stunting di Pandeglang, Pencegahan Dimulai Sejak Sebelum Menikah
Menurut Gimas, persepsi masyarakat tentang banyak anak banyak rezeki merupakan konsep yang kurang tempat sekarang ini.
Sebab, tujuan KB bagi keluarga semata-mata untuk mencukupi kebutuhan dan kelayakan hak anak, baik pendidikannya, kesehatan, termasuk ekonominya.
"Ketika anaknya berkualitas, anaknya punya pendidikan yang baik, kesehatan yang baik, maka itu bisa mendukung masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.
Gimas menilai, KB tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, melainkan secara keseluruhan.
"KB ini merupakan program yang dibutuhkan saat ini. Bukan hanya masyarakat kurang mampu, tapi semuanya. Karena untuk menjembatani kesenjangan sosial dan permasalahan masyarakat," katanya.
Gimas mengklaim, kesadaran masyarakat Pandeglang terhadap KB sudah cukup baik.
Terlebih pihaknya telah mendapat dukungan dari BKKBN Provinsi Banten, melalui 35 balai yang tersebar di masing-masing wilayah kecamatan di Pandeglang.
"Pandeglang ini posisinya sudah sangat baik, kita juga dibantu oleh BKKBN Banten juga. Nah balai di bawah koordinasi DP2KBP3A Pandegalang," pungkasnya.
| Polres Pandeglang Dalami Dugaan Pencabulan Oknum DPRD Kota Serang, Empat Saksi Sudah Diperiksa |
|
|---|
| Pulang Ziarah dari Makam Ibu, HA Nekat Menjambret di Pandeglang, Kini Terancam 20 Tahun Penjara |
|
|---|
| Agus Khotibul Umam Bakal Ikut Retreat Ketua DPRD di Akmil Magelang, Begini Persiapannya |
|
|---|
| Ini Harapan Ketua DPRD untuk Dewi-Iing di HUT ke-152 Pandeglang |
|
|---|
| Momentum HUT ke-152, Iing Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Pandeglang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-DP2KBP3A-Pandeglang-Gimas-Rahadyan.jpg)