Wujudkan Generasi Hebat, Dinkes Tangsel Perkuat Layanan Ngider Sehat Menjadi Premium
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya, untuk terus memberikan kualitas pelayanan terbaik dengan biaya yang terjangkau
Penulis: Ade Feri | Editor: Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya, untuk terus memberikan kualitas pelayanan terbaik dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat.
Langkah itu dilakukan, sebagai upaya dalam mewujudkan Kota Tangerang Selatan sebagai kota yang memiliki generasi hebat melalui generasi yang sehat.
Salah satu upaya tersebut, ialah dengan melakukan transformasi layanan kesehatan berupa peningkatan layanan 'ngider sehat' menjadi 'ngider sehat premium'.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinkes Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HTN) ke-61 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) Tangsel ke-17, di Aula Kecamatan Pondok Aren, Kamis (27/11/2025).
Baca juga: Benyamin Ajak Warga Refleksi saat HUT Tangsel ke-17: Kota Menuju Masa Depan Berdigdaya
Ia menjelaskan, dengan meningkatnya status layanan 'ngider sehat' menjadi 'ngider sehat premium', layanan kesehatan bagi masyarakat kini semakin dekat dan fasilitasnya pun semakin lengkap.
"Jadi ngider sehat premium ini adalah terdiri dari 54 petugas bidan, 54 perawat, dan 35 dokter yang mereka akan melakukan pelayanan dengan mendekatkan akses pelayanan," ujarnya.
"Dengan dilengkapi 74 motor ngider sehat, dan 10 mobil ambulans pusat mas keliling yang didalamnya dilengkapi dengan USG dan EKD, membuat teman-teman (petugas Dinkes) bisa melakukan intervensi terhadap hasil kegiatan yang dilakukan oleh ngider sehat di lapangan," jelasnya.
Allin mengungkapkan, peringatan HTN ke-61 dan HUT Tangsel ke-17 juga merupakan momentum bagi pihaknya, untuk terus memperkuat komitmen dan menumbuhkan optimisme dalam melanjutkan transformasi kesehatan.
Oleh karena itu kata dia, selain melakukan transformasi layanan 'ngider sehat', Dinkes Tangsel juga melakukan transformasi kesehatan pada sektor lain, seperti layanan di Puskesmas, Posyandu, hingga peningkatan keterampilan bagi para tenaga kesehatan.
Sebab kata Allin, saat bicara transformasi pelayanan kesehatan, tentunya juga harus diikuti oleh transformasi budaya kerja kesehatan.
"Untuk transformasi layanan primer di Tangerang Selatan, 35 puskesmas sudah melaksanakan pelayanan integrasi layanan primer semuanya," katanya.
"Kemudian juga 860 posyandu juga sudah memberikan pelayanan dengan integrasi layanan primer. Jadi dalam melayani setelah siklus kehidupan tidak hanya bayi balita saja, tapi mulai dari ibu hamil, remaja, bayi balita sampai dengan lansia," imbuhnya.
"Kemudian juga 5.000 kader sudah mengikuti pelatihan keterampilan dasar kader, 25 keterampilan dasar kader, dan semuanya alhamdulillah dinyatakan lulus," jelasnya.
Di samping itu, lanjut Allin, transformasi pelayanan rujukkan rumah sakit umum Kota Tangerang Selatan kini juga sudah ditunjuk menjadi pelayanan KJSU atau Kanker Jantung Struk dan Ureineneurologi.
"Dan ini akan terus dilakukan dengan pentahapan yang sudah direncanakan bersama dengan Kementerian Kesehatan," ucapnya.
| Hantavirus Mulai Muncul di Sejumlah Daerah, Dinkes Tangsel Minta Warga Jaga Kebersihan Lingkungan |
|
|---|
| Dorong Kemandirian Kesehatan Warga, Dinkes Tangsel Jadikan Posyandu Pusat Edukasi Tanaman Obat |
|
|---|
| Tekan Lonjakan Campak di Tangsel, Dinkes Gencarkan Vaksinasi dan Ajak Warga Lindungi Anak Sejak Dini |
|
|---|
| Transformasi Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Targetkan Faskes Daerah Setara Rumah Sakit Swasta |
|
|---|
| Dispora Tangsel Siapkan Infrastruktur Olahraga Jelang Porprov Banten 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/peringatan-Hari-Kesehatan-Nasional-HTN-ke-61-sekaligus-Hari-Ulang-Tahun-HUT-Tangsel-ke-17.jpg)