BRIN Gandeng Industri dan Pemerintah Dorong Riset Energi Berbasis Kebutuhan
Melalui Energy Week 2025, BRIN mendorong hilirisasi dan industrialisasi riset energi dengan melibatkan industri dan pemerintah.
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan ekosistem riset nasional agar hasil penelitian dapat dihilirisasi dan diindustrialisasi melalui kolaborasi erat dengan dunia industri.
Upaya tersebut ditegaskan dalam ajang Energy Week 2025, yang digelar sebagai forum untuk mempertemukan peneliti, pelaku industri, dan pemerintah, Rabu (17/12/2025).
Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Prof. Cuk Supriadi Ali Nandar, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memastikan riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi berlanjut hingga tahap penerapan di industri.
Baca juga: Portal Sudah Dibongkar, Pemkot Tangsel Harapkan Tak Ada Lagi Upaya Penutupan Jalan Oleh BRIN
Oleh karena itu, kata dia, BRIN menghadirkan pelaku industri serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai mitra riset strategis.
“Tujuannya adalah membangun ekosistem riset agar hasil penelitian bisa dihilirisasi dan diindustrialisasi. Riset harus diserap oleh industri, sehingga sejak awal kami melibatkan mitra industri dan pemerintah,” ujarnya.
Menurut Cuk Supriadi, BRIN akan menginisiasi sejumlah kerja sama lanjutan pasca-Energy Week 2025, termasuk pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan (EBT) serta hilirisasi batu bara.
Kolaborasi tersebut diarahkan agar selaras dengan program prioritas nasional dan visi pembangunan Asta Cita.
Ia menekankan bahwa poin utama dari kegiatan ini adalah mengubah pola riset menjadi berbasis kebutuhan industri.
Dengan melibatkan industri sejak tahap perencanaan, hasil riset diharapkan lebih mudah diimplementasikan di lapangan.
“Tema riset ditentukan bersama industri, dikerjakan bersama, dan hasilnya menjadi milik bersama. Dengan begitu, ketika riset selesai, industri sudah siap mengimplementasikannya,” kata Cuk Supriadi.
Ia juga memaparkan sejumlah contoh kolaborasi BRIN dengan industri. Di sektor energi, BRIN bekerja sama dengan Pertamina dalam pengembangan pilot plant bioetanol berbahan baku aren yang akan dibangun di Kamojang, Jawa Barat.
Sementara di sektor pertahanan, BRIN mendampingi PT SSE dalam pengembangan prototipe tank ringan agar sesuai dengan kebutuhan TNI Angkatan Darat.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN, Tata Sutardi, menekankan pentingnya melibatkan generasi muda sejak dini dalam pengembangan teknologi.
Melalui lomba poster dan kerja sama dengan pelajar SMA, BRIN berupaya menumbuhkan minat terhadap teknologi serta menggali ide-ide kreatif yang berpotensi dikembangkan menjadi riset lanjutan.
| BRIN Bongkar Ancaman Kimia Sungai Cisadane Usai Gudang Pestisida Terbakar di Tangerang |
|
|---|
| BRIN Tawarkan Teknologi Olah Sampah Jadi Energi dan Pupuk untuk Tangsel |
|
|---|
| Portal Sudah Dibongkar, Pemkot Tangsel Harapkan Tak Ada Lagi Upaya Penutupan Jalan Oleh BRIN |
|
|---|
| Kepala BRIN Berganti, Harapan Baru Warga Setu Tangsel, Ada Solusi Polemik Jalan Serpong-Parung |
|
|---|
| Gubernur Banten Undang BRIN Bahas Polemik Jalan Serpong-Parung, Kewenangan Menutup di Provinsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Kepala-Pusat-Riset-Teknologi-Konversi-E.jpg)