Guru Besar IPDN Beri Saran Pemkot Serang dan Tangsel Soal Kerja Sama Pengelolaan Sampah

Guru IPDN, Prof. Muhadam Labolo, memberikan saran Pemerintah Kota Serang dan Tangsel, terkait kerja sama pengelolaan sampah antar daerah.

Tayang:
Penulis: Ade Feri | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Muhamad Rifky Juliana
Truk sampah dari Tangsel saat mengirim sampah ke TPAS Cilowong, Kamis (1/1/2026) malam. Guru IPDN, Prof. Muhadam Labolo, memberikan saran Pemerintah Kota Serang dan Tangsel, terkait kerja sama pengelolaan sampah antar daerah. 

"Dan mulai paling tidak besok kali ya, kita sudah bisa melakukan lagi pengelolaan bersama sampah di Cilowong," sambungnya.

Benyamin menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada pengelolaan sampah antar daerah saja. 

Melainkan, sampah yang dikirim dari Tangsel ke Kota Serang tersebut nantinya diperuntukkan sebagai upaya untuk memenuhi persyaratan pembangunan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

"Karena bukan hanya sekedar situ (kerja sama antar daerah terkait pengelolaan sampah), nanti itu untuk memenuhi PSEL Kota Serang itu sendiri sampai seribu ton," kata Benyamin.

Tiga Daerah Kirim Sampah ke TPA Cilowong

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Cilowong, Agam, menyatakan bahwa pihaknya tengah menjalin sinergi pengelolaan sampah dengan beberapa daerah lain, mulai dari Kabupaten Serang, Kota Cilegon, hingga Kota Tangsel.

“Untuk Kabupaten Serang masih berjalan rutin. Sementara dengan Cilegon belum, nanti pas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL),” katanya kepada wartawan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (9/1/2026).

Agam menjelaskan, dari kerjasama tersebut Kota Serang sebenarnya memetik manfaat ekonomi berupa uang retribusi.

"(Jumlahnya) sebesar Rp317.000 untuk setiap ton sampah yang dikelola," katanya.

 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved