Dijemput Ratusan Brimob Bersenjata, Bahar bin Smith Minta Sebatang Dulu, Masuk Sel Teroris

Tiba-tiba berdatangan puluhan mobil yang mengangkut ratusan petugas pemasyarakatan dan ratusan polisi dengan bersenjata lengkap.

Editor: Abdul Qodir
Dokumentasi/Humas Ditjen Pemasyarakatan
Petugas dari tim gabungan menjemput terpidana kasus penganiayaan, Bahar bin Smith untuk membawanya ke Lapas Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (19/5/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Habib Bahar bin Smith (37 th) yang merupakan terpidana kasus penganiayaan terhadap dua remaja kembali ditangkap petugas dan dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan berpengamanan super maksimal, Lapas Gunung Sindur Bogor pada Selasa (19/5/2020) dini hari.

Padahal, Bahar bin Smith baru dua hari sebelumnya bebas setelah mendapat program asimilasi Covid-19 dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Pembebasan Bahar bin Smith berdasarkan aturan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Program Pembebasan Bersyarat Asimilasi Kementerian Hukum dan HAM terkait Covid-19.

Namun, karena dinilai melangar ketentuan dalam menjalankan program asimilasi Covid-19, Surat Keputusan asimilasi untuk Bahar bin Smith dicabut dan dia kembali ditangkap petugas untuk selanjutnya dimasukkan ke penjara.

Ratusan petugas dari tim gabungan dikirim untuk menjemput paksa Bahar bin Smith di kediamannya di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin yang dipimpinnya, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa dini hari.

Seorang santri bernama Karim menceritakan detik-detik penangkapan gurunya pada dini hari itu.

Ia menceritakan, usai salat Tarawih, gurunya itu sempat mengisi pengajian bersama para santri pada pukul 21.00 WIB hingga 01.00 WIB.

Setelah itu, para santri beristirahat sembari menunggu sahur. Pun demikian dengan guru mereka itu.

"Sudah selesai (salat Tarawih) malam itu, jadi kita pengajian semuanya dari jam 9 dan setelah itu beliau istirahat sepulang ngaji," ujarnya saat ditemui beberapa saat setelah penangkapan Bahar bin Smith.

Tiba-tiba berdatangan puluhan mobil yang mengangkut ratusan petugas pemasyarakatan dan ratusan polisi dengan bersenjata lengkap, termasuk Brimob.

Suasana yang semula tenang, tiba-tiba menjadi mencekam.

"Ada 30 mobil, truk 5 selebihnya mobil pribadi brimob senjata lengkap beserta sniper. Saya saksi, saya palang pintu di sini dan langsung dua orang masuk ke sini tapi Kanit doang. Tiba-tiba polisi datang membawa habib. Saya juga nggak tahu apa masalahnya," jelasnya.

Karim menilai penjemputan paksa gurunya dengan melibatkan banyak polisi bersenjata lengkap itu bak hendak menyergap teroris.

Menurutnya, para santri dan warga sekitar mengaku nyaris terpancing ketika ratusan aparat gabungan menjemput Bahar bin Smith pada malam buta itu.

"Ya tahu sendiri kita santri yang namanya bela guru dan agama itu sudah siap mati dah. Kita enggak takut sama petugas yang membawa senjata saat habib dijemput, tapi karena habib dan kuasa hukum meredam, jadi kita terima saja," jelasnya.

Baru Bebas, Habib Bahar bin Smith Dijebloskan Lagi ke Penjara, Ternyata Tiga Hal Ini Penyebabnya

 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved