Tenaga medis positif corona
Lagi, 2 Tenaga Medis di Kota Serang Tertular Virus Corona
Tenaga medis EAS (24) laki-laki (24) dan MHS (30) laki-laki, diduga tertular virus corona setelah ikut menangani korban kecelakaan
TRIBUNBANTEN.COM, - Warga di Kota Serang Banten yang terjangkit virus corona atau Covid-19 bertambah dua orang sehingga total 21 orang menjadi pasien Covid-19.
Dua orang yang menjadi pasien baru Covid-19 itu merupakan dokter dan perawat di RSUD dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Kota Serang.
"Ya, ada penambahan kasus positif Covid-19 dua orang, yang berinisial EAS dan MHS. Keduanya merupakan tenaga medis di salah satu rumah sakit di Serang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang, W Hari Pamungkas, melalui telepon, Sabtu (13/6/2020).
• BREAKING NEWS: 12 Perawat RSUD Kota Cilegon Positif Corona
Dijelaskannya, tenaga medis EAS (24) laki-laki (24) dan MHS (30) laki-laki, diduga tertular virus corona setelah ikut menangani korban kecelakaan yang baru belakangan diketahui dia merupakan pasien Covid-19 asal Penjaringan, Jakarta Utara.
"EAS dan MHS diduga terpapar Covid-19 setelah melakukan kontak dengan pasien yang berasal dari zona merah," ungkapnya.
EAS dan MHS telah menjalani tes swab pada 29 Mei 2020.
Hasil tes yang keluar pada 10 Juni 2020 menunjukkan keduanya terpapar virus corona.
Kini, keduanya dirawat di RSUD dr Drajat Prawiranegara Kota Serang.
• Covid-19 Kabupaten Serang Mencapai 32 Orang, Sebagian Tertular Usai Tolong Korban Kecelakaan

Sebelumnya diberitakan, tiga tenaga medis Puskesmas Tirtayasa Kabupaten Serang dan delapan orang warga sekitar terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menolong, JN, korban kecelakaan di depan puskesmas itu pada 21 Mei 2020.
Belakangan baru diketahui JN adalah pasien corona asal Penjaringan Jakarta Utara, yang diduga kabur dan pulang ke rumahnya di Desa Pegandikan Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang.
Hingga saat ini, kasus Covid-19 di Kota Serang mencapai 21 orang. Sebagian adalah para tenaga medis.
Sebanyak 12 orang masih dirawat, sembuh 7 orang dan 2 orang lainnya meninggal dunia.
(Martin Ronaldo Pakpahan)