Breaking News:

Virus Corona di Banten

Wagub Banten Ungkap Alasan Warga Dua Kampung Mengungsi gara-gara Rapid Test

Andika Hazrumy mengatakan, Pemprov Banten telah menyiapkan sekitar 1 persen atau 120 ribu alat rapid test

Editor: Abdul Qodir
Dok. Lurah Mesjid Priyayi
Warga Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, mengikuti rapid test masal setelah sebelumnya menolak rapid test, Kamis (18/6/2020) 

Sepengetahuan Andi, salah satu oknum ketua RT setempat yang meminta agar para perempuan dan anak untuk segera mengungsi ke tempat lain karena akan ada rapid test.

"Isu-isu dari warga, itu memang ada dari pak RT yang bilang supaya perempuan dan anak-anak diungsikan dari sini, karena mau ada rapid test. Nanti kalau ada yang terindikasi, semuanya nanti dibawa ke rumah sakit," jelasnya.

Pemprov Banten menggelar tes cepat massal di lima wilayah, Kamis, 23 April 2020. Hasilnya 11 orang dinyatakan reaktif atau diduga positif Covid-19.
Pemprov Banten menggelar tes cepat massal di lima wilayah, Kamis, 23 April 2020. Hasilnya 11 orang dinyatakan reaktif atau diduga positif Covid-19. (Dok Dinas Infokom Provinsi Banten)

Duduk Perkara Sebenarnya

Penjelasan warga tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang Hari Pamungkas.

Menurutnya, setelah ditelusuri, penolakan hingga akhirnya ratusan warga Kampung Masigit mengungsi dikarenakan adanya informasi keliru mengenai rapid test yang disebarkan ke warga setempat.

Misalnya, ada anggapan bahwa jika hasil test reaktif, maka warga tersebut akan langsung diisolasi di rumah sakit.

Padahal, jika hasil rapid test seseorang menunjukkan reaktif Covid-19, bukan berarti dia positif Covid-19 dan dibawa diinapkan di rumah sakit.

Perlu dilakukan tes swab guna memastikan seseorang terjangkit Covid-19.

"Kemungkinan kemarin miskomunikasi, informasi keliru diterima masyarakat. Ketakutan ada isu dihembuskan bahwa setelah rapid langsung diisolasi ke rumah sakit. Padahal bisa dilakukan mandiri, toh hanya reaktif," kata Hari Pamungkas saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Hari mengatakan, sosialisasi mengenai rapid test ini sebenarnya sudah dilakukan jauh-jauh hari kepada masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved