Pertumbuhan ekonomi Banten
BI Rilis Pertumbuhan Ekonomi Banten Selama Covid-19, Ini Hasilnya
Dan dari sisi pengeluaran, pandemi Covid-19 mengakibatkan turunnya ekspektasi konsumsi masyarakat dan permintaan produk.
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bank Indonesia menyampaikan laporan pertumbuhan perekonomian Provinsi Banten untuk periode Mei 2020.
Laporan menunjukkan perekonomian Banten periode triwulan I-2020 tumbuh 3,09 persen atau melambat dibanding capaian triwulan I-2019 (y-on-y) sebesar 5,45 persen.
Pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan I-2020 juga mengalami pelambatan dibandingkan capaian triwulan IV-2019.
"Perekonomian Banten pada triwulan I 2020 tumbuh sebesar 3,09 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 2,97 persen. Namun, melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan IV-2019 sebesar 5,90%," ujar Ketua BI Perwakilan Banten Erwin Soeriadimadja dalam keterangan tertulis, Selasa, (23/6/2020).
Erwin memaparkan, untuk level regional Jawa, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan I-2020 berada di posisi kedua di Pulau Jawa.
Ia menjelaskan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan I-2020 secara umum disebabkan menurunnya kegiatan ekonomi bersamaan adanya pandemi Covid-19.
Dan dari sisi pengeluaran, pandemi Covid-19 mengakibatkan turunnya ekspektasi konsumsi masyarakat dan permintaan produk.
Sebab, sejuah daerah menerapkan kebijakan isolasi mandiri.
"Pandemi Covid-19 (juga) mendorong penurunan ekspektasi konsumsi masyarakat serta penurunan permintaan produk ekspor provinsi Banten seiring kebijakan lockdown beberapa negara mitra dagang," ujarnya.
"Dari sisi penawaran, pertumbuhan tertahan oleh melambatnya seluruh pertumbuhan sektor utama, seperti industri pengolahan, konstruksi, lerdagangan, transportasi dan pergudangan, dan real estate," imbuhnya.
Meski begitu, laporan BI menunjukkan APBD Provinsi Banten pada triwulan I-2020 dibandingkan periode sama pada 2019 mengalami peningkatan pendapatan sebesar 6,6 persen dan belanja sebesar 8,7 persen.
Realisasi pendapatan APBD Provinsi Banten sampai triwulan I-2020 mencapai 13,4 persen dengan nilai sebesar Rp1,7 triliun.
Sedangkan realisasi belanja APBD Provinsi Banten sampai dengan triwulan I 2020 adalah Rp1,2 triliun atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp1,1 triliun.
BI melalui laporannya juga menyatakan pertumbuhan ekonomi di Banten akan kembali melambat untuk periode triwulan II-2020. Bahkan, dapat terkoreksi lebih dalam dibandingkan triwulan I-2020.
"Laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar -1,2 persen sampai 0,8 persen. Koreksi pertumbuhan ekonomi merupakan lanjutan dari perlambatan yang lebih dalam di berbagai sektor unggulan, seperti sektor industri pengolahan, sektor perdangangan, dan sektor konstruksi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-pertumbuhan-ekonomi.jpg)