Potret 20 Tahun Provinsi Banten, Keluarga Rusdianto Tinggal di Rumah Roboh
Di samping reruntuhan bata dari rumah yang roboh, Rusdianto dan empat anggota keluarganya tinggal dalam kamar seluas 3x4 meter persegi berdinding trip
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Rusdianto (37) dan empat anggota keluarganya tinggal di rumah roboh di Kampung Boru Baros, Desa Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten.
Rumahnya semula berdinding bata telah roboh.
Di samping reruntuhan bata dari rumah yang roboh, Rusdianto dan empat anggota keluarganya tinggal dalam kamar seluas 3x4 meter persegi berdinding triplek.
Isi rumah yang ditempati mereka saat ini hanya ada sejumlah perabotan rumah tangga kusam dan tumpukan pakaian.
Kipas angin pun tampak debu menghitam di bagian baling-balingnya.
Rusdianto hidup bersama istri, Kasni (35) serta ketiga anaknya yang masih kecil.
Tak ada kasur, apalagi spring bed di rumah triplek itu. Hanya tikar beralas kain sebagai tempat tidur.
Kala malam hari, tiga anak Rusdianto dan Kasni menumpang tidur di rumah tangga karena tak ada tempat tidur lagi di tempat tinggal mereka.
Melongok bagian atap, tampak sejumlah lubang.
Kasni mengatakan suaminya, Rusdianto, hanya bekerja sebagai buruh serabutan.
Dengan kondisi seperti itu, ia bersama dengan suami tak dapat memperbaiki keaadan rumah yang sudah ambruk.
"Untuk menutupi kebutuhan anak-anak kami yang masih kecil saja masih kurang mas, ditambah lagi rumah ambruk, rasanya kehidupan kami semakin berat," ucap Kasni saat ditemui di tempat tinggalnya, Sabtu (3/10/2020).
• Satu Keluarga Tinggal di Gubuk di Tepi Laut, Tiap Malam Ditemani Air Pasang
• Warga Tinggal di Gubuk di Tepi Laut, Dinsos: Kemiskinan Selalu Ada
• Berjarak 30 Kilometer dari Ibu Kota, Siswa Sekolah Kesulitan Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh
Kasni mengaku kerap waswas kala malam hari datang. Dia khawatir hujan turun dan air masuk ke dalam tempat tinggalnya karena banyaknya lubang di atap rumah.
"Ketiga anak kami untuk sekarang menumpang di rumah tetangga, anak-anak perlu tempat berlindung, belajar, bermain dan istirahat yang layak. Terutama anak saya yang keempat masih balita, memerlukan tempat yang layak sekali," terangnya.
Tempat tinggal Rusdianto hanya berjarak sekitar 6 kilometer dengan Kantor Pendopo Gubernur Banten.
Di HUT ke-20 Provinsi Banten yang jatuh pada 4 Oktober ini, Kasni berharap pejabat Pemerintahan Provinsi Banten tergerak memberikan bantuan kepada warganya yang membutuhkan, tidak terkcuali keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/rumah-keluarga-rusdianto-ambruk-di-kampung-boru-baros-desa-cilaku-kecamatan-curug-kota-serang-2.jpg)