Dinas Pendidikan Banten: Jangan Beratkan Siswa Selama Pembelajaran Jarak Jauh

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani mengingatkan para guru dan pihak sekolah tidak memberatkan para siswa selama PJJ

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Tribuners/Martin Ronaldo Pakpahan
Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah SMPN 11 Kota Serang, Banten, pada Selasa (18/8/2020). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani mengingatkan kepada para guru dan pihak sekolah tidak memberatkan para siswa selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal tersebut dikatakan oleh dirinya, mengingat belakangan ini terjadi kasus bunuh diri yang dilakukan siswa karena dampak dari beratnya sistem PJJ.

Sampai saat ini, menurutnya di Banten belum ada laporan pelajar yang mengalami tekanan berupa ketidaknyamanan apalagi bunuh diri akibat pelaksanaan belajar daring.

Ia tidak menampik, pembelajaran secara daring sangat merepotkan orangtua siswa.

Oleh karena itu, pihaknya banyak menerima laporan dari orangtua yang menginginkan sekolah secara tatap muka.

Baca juga: Dinas Pendidikan Banten: Kesiapan Aktivitas Belajar Mengajar di Sekolah Mencapai 90 Persen

Baca juga: Ada Sekolah di Banten Belum Terima Kuota Kemendikbud, Kepala Dinas: Belajar Sekarang Sedot Pulsa

Dia menghimbau para guru agar menggunakan cara yang humanis pada saat pembelajaran dimasa Pandemi Covid-19.

"Caranya, jangan ada siswa yang dijejali oleh tugas-tugas yang mungkin siswa tersebut sudah tidak mampu lagi," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Jumat (6/11/2020).

Dia tidak menampik beratnya PJJ. Meskipun dibuat secara nyaman, pihaknya tak menampik terdapat siswa yang merasa kurang nyaman dan menginginkan secara tatap muka.

"Ini memang dilematis, akan tetapi kan tetap harus diambil keputusan tetap, artinya ketika memang kekhawatiran cluster itu lebih tinggi maka belajar daring akan jauh lebih baik dari pada anak dipaksakan belajar tatap muka akhirnya nanti akan menimbulkan persoalan," tegasnya.

Saat ini pemerintah dan masyarakat tengah dihadapkan pada dua pilihan yakni menjaga kesehatan atau tidak bertemu tetapi ada belajar daring.

Baca juga: Pandemi Corona Berkepanjangan, Pelajar Pilih Nikah, Alasan Kerap Keluar Malam Hingga Bosan Sekolah

Baca juga: Gara-gara Wajah Terekam CCTV, Pencuri HP Pelajar Sekolah Ditangkap, Bawa Senjata Tajam Saat Beraksi

Dan ia meminta kepada para orangtua dan siswa agar tetap sabar menunggu, ketimbang harus mengorbankan untuk belajar secara tatap muka yang jauh berisiko tinggi kepada anak-anak.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved