Waspada, Madu Palsu Beredar di Jakarta dan Banten, Dikonsumsi Dapat Sebabkan Kematian
Aparat Polda Banten mengungkap produksi madu palsu yang diedarkan di Banten.
Tayang:
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Aparat Polda Banten mengungkap produksi madu palsu yang diedarkan di Banten.
Sementara itu, Dinkes Provinsi Banten mengatakan satu sendok makan gula mengandung 600 kalori dan mudah diserap oleh tubuh.
"Satu sendok 22 kalori. Madu itu lambat dikonsumsi tubuh, sehingga aman. Kalau ini (madu palsu) bahaya, bisa menyebabkan jantung, diabetes, kencing manis, kegemukkan, keracunan dan kematian," kata Nahrul Apriyanto, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan Farmasi.
Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Undang-undang (UU) nomor 18 tahun 2012, tentang pangan, dengan ancaman 2 tahun penjara atau denda Rp 4 miliar.
Selain itu pelaku juga dikenakan hukuman berlapis, yakni Pasal 198 juncto 108 dan Undang-undang 36 tentang kesehatan, ancamannya 5 tahun kurungan penjara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/madu-palsu.jpg)