Waspada, Madu Palsu Beredar di Jakarta dan Banten, Dikonsumsi Dapat Sebabkan Kematian
Aparat Polda Banten mengungkap produksi madu palsu yang diedarkan di Banten.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Aparat Polda Banten mengungkap produksi madu palsu yang diedarkan di Banten.
Sebanyak tiga pelaku diamankan.
Mereka yaitu, MS (46) selaku pemilik rumah produksi, TM (34) peracik dan AS (24) sebagai pengedar dan membuat madu palsu.
Mereka memproduksi madu di wilayah Kembangan, Jakarta Barat.
Baca juga: Kompak Palsukan Surat Tanah Warga, Lurah dan Mantan Plt di Tangsel Ditangkap Polisi
Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar mengatakan para pelaku menawarkan madu seharga Rp 24 ribu per liter.
Selain itu, pihaknya menjual kepada pengecer seharga Rp 70 ribu dan kepada masyarakat seharga Rp 200 ribu perliter.
"Madu palsu hasil pencampuran zat glukosa, fluktosa, molase, dicampur, seolah-olah madu asli Banten. Padahal hasil pemeriksaan tidak ada madu sama sekali," ujarnya saat ditemui di Mapolda Banten, Selasa (10/11/2020).
Modus yang dipakai oleh pelaku yakni menjual madu kepada masyarakat agar bisa menjaga imunisasi tubuh dan kesehatan masyarakat ditengah Pandemi Covid-19.
Para pelaku diamankan pada Rabu, 4 November 2020 di tempat kediaman pelaku.
Baca juga: Polisi Bongkar Praktik Peredaran Surat Tes Usap Palsu di Bandara Soekarno Hatta
Berdasarkan hasil penyelidikan banyak masyarakat yang merasa tertipu adanya peredaran madu palsu.
Para pelaku menjalankan modus menjual madu palsu sejak satu tahun yang lalu dengan mencapai satu ton per harinya.
Mulai dari Lebak, Banten, dan Jakarta serta hampir keseluruhan wilayah di Jawa dan sekitarnya.
"Madu dikemas seolah-olah (asli) dari Banten. Kemudian oleh pengecer di Lebak, dikemas menggunakan botol ukuran satu liter. (Pelaku) dalam satu tahun bisa mendapatkan keuntungan Rp 8 miliar. Di jual online juga, menyebar sampai ke seluruh Pulau Jawa, Jakarta dan juga luar pulau Jawa," kata Dirkrimsus Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifudin.
Menurut Nunung madu palsu tersebut sangat berbahaya apabila dikonsumsi oleh masyarakat secara terus menerus, karena dapat mengakibatkan diabetes, kencing manis dan kegemukan lantaran kandungan madu palsu tersebut.
Baca juga: Petugas Kaget Buka Dua Tas Ransel Berisi 29.600 Lembar Uang Rp 100 Ribu Palsu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/madu-palsu.jpg)