Periode 6-12 November, Banten Alami 28 Kali Gempa, BMKG Ingatkan Warga Potensi Susulan
Selama kurun waktu satu minggu mulai dari 6-12 November 2020, tercatat sebanyak 28 kali aktivitas gempa terjadi di Provinsi Banten.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, SUMUR - Selama kurun waktu satu minggu mulai dari 6-12 November 2020, tercatat sebanyak 28 kali aktivitas gempa terjadi di Provinsi Banten.
Baca juga: Waspada, Wilayah Banten Masuk Kategori Rawan Gempa
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi sebanyak 11 kali gempa berkekuatan 3 SR.
Sedangkan 10 kali gempa berkekuatan 3-5 SR dan sebanyak 1 kali sebanyak 5 SR yang terjadi pada 5 November yang lalu dan dirasakan oleh beberapa wilayah di Jawa Barat.
Berdasarkan kedalamannya, tercatat 18 kali terjadi di rentang h km <60 dan empat kali terjadi di bawah kedalaman >300 km barat daya Selatan Banten.
Baca juga: Waspada, BMKG Sebut Wilayah Banten Berpotensi Kembali Diguncang Gempa, Kamis Pagi Terjadi di Lebak
Ketua BMKG Tangerang, Suwardi mengatakan aktifitas gempa ini terjadi akibat persilangan antara tiga lempeng besar yakni, Indo-Australia, Pasifik dan Eurasia.
Menurut dia, aktifitas gempa seringkali terjadi di wilayah Banten Selatan secara terus menerus.
Namun, kata dia, gempa yang terjadi sebanyak 28 kali tersebut tidaklah berkekuatan tinggi melainkan gempa dangkal.
"Masih sama dengan gempa yang 5,2 SR. Jadi total untuk gempa sendiri di Banten sudah ada 28 kali, dan ini belum terhitung dengan gempa yang hari ini terjadi," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Minggu (15/11/2020).
Menurutnya, potensi gempa susulan masih akan sering terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Sehingga ia meminta masyarakat berhati-hati dan memantau informasi terkini terkait gempa.
Baca juga: BMKG Umumkan Peringatan Dini, Waspada Gempa Bumi Susulan, Berikut Tips Menyelamatkan Diri
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membangun rumah didekat bibir pantai ataupun di daerah yang rawan terjadi kerusakan pada saat gempa.
"Kita hidup di daerah yang rentan gempa bumi dan tsunami, masyarakat harus lebih peka dan tidak bersikap cuek dengan aktivitas gempa yang terjadi beberapa bulan terakhir," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-gempa-bumi.jpg)