Virus Corona

Curiga Indra Penciumannya Tidak Berfungsi, Tes Usap, Hasilnya Positif Covid-19

Untuk warga lainnya, belajar dari pengalaman saya dan Erra, tetaplah mematuhi protokol kesehatan 3M

Tayang:
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona | Covid-19- Jumlah pasien positif dan meninggal karena Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Virus corona jenis baru ini menyerang saluran pernapasan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Erlang Purbaya curiga terjangkit Covid-19 setelah merasakan indra penciumannya tidak berfungsi.

“Setelah saya ikut swab test, hasilnya positif,” ujarnya, seperti dikutip dari covid19.go.id di acara Keterangan Pers Juru Bicara Penanganan Covid-19 yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), awal pekan ini.

Dia menyarankan agar masyarakat tidak skeptis terhadap Covid-19 karena penyakit ini benar-benar menular dengan gejala yang sangat minim.

Tanpa sadar, seseorang bisa menjadi positif terjangkit Covid-19.

Sama seperti Erlang, rekan kerjanya, Erra Anggoro, juga merasakan hal serupa.

Namun, selain kehilangan penciuman, Erra merasakan sesak napas hingga perlu diisolasi di Rumah Sakit Khusus Rujukan Covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta Pusat.

Erra pun berpesan kepada masyarakat lainnya agar tetap menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker dengan patuh agar terhindar dari Covid-19 yang berbahaya ini.

“Untuk warga lainnya, belajar dari pengalaman saya, tetaplah mematuhi protokol kesehatan 3M. Kalau tidak perlu untuk keluar dan hanya untuk nongkrong, lebih baik diam di rumah saja,” katanya.

Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki kerentanan pada perubahan suhu.

Oleh karena itu, umumnya vaksin perlu tersimpan di suhu 2-8 derajat celcius, dan suhu ini harus terjaga dari pabrik sampai ke puskesmas.

Proses menjaga suhu vaksin di kondisi ideal dari awal sampai akhir inilah yang disebut cold chain (rantai dingin).

Dengan begitu, masyarakat menjadi tahu bahwa vaksin terjaga kualitasnya sejak awal sampai ke pemberian vaksinasi.

dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, pakar imunisasi mengatakan dari manapun asal vaksinnya itu nanti, akan melalui pabrik vaksin di PT Bio Farma.

“Mereka sudah mempunyai armada untuk menerima dan mendistribusikan vaksin. Jadi kita sudah punya depo-depo vaksin. Kemudian Provinsi sudah memiliki cold room, atau lemari penyimpanan khusus,” ucapnya.

Indonesia telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam melaksanakan program vaksinasi.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved