Kabupaten Lebak Dilanda Banjir dan Longsor, 1 Orang Tewas Terbawa Hanyut

Hujan deras yang terjadi sejak Minggu malam (6/12/2020) kemarin mengakibatkan beberapa sungai di Kabupaten Lebak, Banten meluap

Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
Sungai Ciberang dan Sungai Ciujung di sebelah Utara serta Sungai Ciliman di Selatan, kabupaten Lebak, Banten meluap hingga mengakibatkan banjir 

TRIBUNBANTEN.COM - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Minggu malam (6/12/2020) kemarin mengakibatkan beberapa sungai di Kabupaten Lebak, Banten meluap.

Akibatnya banjir pun melanda warga warga Kabupaten Lebak, Banten dan menyebabkan 4 orang terbawa hanyut.

Informasi yang didapat dari BNPB, banjir diakibatkan beberapa sungai meluap, seperti Sungai Ciberang dan Sungai Ciujung di sebelah Utara serta Sungai Ciliman di Selatan.

"Banjir terpantau sejak tadi malam, Minggu (6/12), pukul 20.00 waktu setempat. Akibatnya empat warga Kabupaten Lebak hanyut. Dua warga berhasil selamat, sedangkan satu meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati.

Lanjutnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lebak bersama tim gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban di lapangan.

Di samping evakuasi korban, tim gabungan berada di lokasi untuk melakukan kaji cepat dan memberikan pelayanan kepada warga yang dievakuasi.

BPBD Kabupaten Lebak bersama dinas terkait lain telah mendirikan tenda keluarga dan mengoperasionalkan dapur umum.

Baca juga: Dua Pilkada di Banten Ini Rawan Politik Uang, Bawaslu Awasi Ketat

Baca juga: 42 Pasien Covid-19 Nyoblos di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Data sementara per Senin, 7 Desember 2020, lokasi pos pengungsian berada di 7 titik, di antaranya 4 titik di Kecamatan Rangkasbitung, masing-masing 1 titik di Kecamatan Banjarsari, Cirinten dan Leuwidamar.

Data kerugian materiil sementara tercatat 1.817 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian beragam antara 100 hingga 150 cm.

Sedangkan hujan tadi malam juga menyebabkan longsoran hingga mengakibatkan kerusakan di sektor pemukiman.

BPBD setempat mencatat rumah rusak ringan akibat longsor 21 unit, rusak sedang 27 dan rusak berat 15. Infrastruktur pada fasilitas umum masih dalam pendataan.

BPBD mengidentifikasi beberapa wilayah yang terdampak cuaca ekstrem ini antara lain Kecamatan Wanasalam, Cigemblong, Malingping, Cirinten, Bojongmanik, Leuwidamar, Gunungkencana, Banjarsari, Muncang, Lebak Gedong, Cirinten, Cipanas, Cijaku, Cileles, Cimarga, Kalanganyar, Cibadak dan Rangkasbitung.

Baca juga: Bawaslu Minta Pemilih Jangan Pakai Atribut Paslon Saat Nyoblos

Baca juga: Lewat Mimpi, Jasad Wanita Terkubur di Pondasi Rumah Sampaikan Pesan, Terungkap Kasus Pembunuhan

"BNPB memonitor kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Lebak pada Senin (7/12) sekitar pukul 12.00 WIB terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Pantauan di lapangan, tinggi muka air masih mencapai 100 cm," ujarnya.

Menurut prakiraan cuaca tiga hari ke depan, wilayah Banten termasuk wilayah dengan potensi hujan, bahkan pada 8 Desember 2020, prakiraan BMKG menyebutkan berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lebak untuk mendapatkan informasi situasi terkini penanganan darurat bencana banjir dan longsor.

Masyarakat diimbau untuk tetap siap siaga dan waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved