Breaking News:

Satu Desa di Serang Masih Terendam Banjir Seatap Rumah, Ini Penampakannya

Menurutnya, banjir ini terjadi hampir setiap tahun dan dikarenakan luapan Sungai Ciujung di sekitar perumahan warga.

Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Ratusan rumah di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang terendam banjir, Selasa (8/12/2020), jelang pemungutan suara Pilkada Kabupaten Serang. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pasca-hujan Senin kemarin, rumah warga di Desa Nagara Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, masih terendam banjir hingga Selasa (8/12/2020) siang. 

Berdasarkan pantauan Tribunbanten.com, ketinggian air bervariasi mulai sepinggang orang dewasa hingga ada yang seatap rumah.

Kepala Desa Nagara Sarja Kusuma Atmaja mengatakan banjir mulai memasuki perumahan warga sejak Senin kemarin.

"Banjir sekitar 3 meter, Kampung Pulo, Kampung Karamat Lebak dengan Kampung Sindang Lebak. Yang mengungsi kena banjir itu hampir lima ribuan KK di satu desa. Dan hampir 95 persen terendam," jelasnya saat ditemui di Kantor Desa Nagara, Kabupaten SerangSelasa (8/12/2020).

Baca juga: Update Banjir di Lebak Banten, 1.817 Rumah Terendam dan Seorang Warga Masih Hilang

Baca juga: Banten termasuk Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir Sepekan ke Depan, BMKG: Waspada

Baca juga: Bawaslu Pelototi 1.143 TPS Rawan di Empat Pilkada di Banten, Ini Penyebabnya

Ratusan rumah di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang terendam banjir, Selasa (8/12/2020), jelang pemungutan suara Pilkada Kabupaten Serang.
Ratusan rumah di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang terendam banjir, Selasa (8/12/2020), jelang pemungutan suara Pilkada Kabupaten Serang. (Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Menurutnya, banjir ini terjadi hampir setiap tahun dan dikarenakan luapan Sungai Ciujung di sekitar perumahan warga.

Ada sekitar 95 persen warga yang bertempat tinggal di bantaran sungai dan tidak pernah direlokasi.

Pihaknya sudah meminta kepada dinas terkait untuk melakukan normalisasi terhadap perumahan warga yang berada di Sungai Ciujung. Namun, hingga saat ini tidak ada tindak lanjut.

Ia juga menjelaskan, dari 28 RT di desa Nagara, hanya satu RT saja yang tidak terendam.

Untuk lokasi evakuasi warga sendiri, pihaknya telah menyiapkan dua titik yakni Kantor Desa dan Yayasan Al Manah.

"Penyebab banjir yang pertama akibat meluapnya Sungai Ciujung. Banjir terbesar tahun 2001 dan 2020. Banjirnya semenjak Senin, karena 95 persen rumahnya itu berdekatan dengan sungai Ciujung," katanya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved