Tragedi Sriwijaya Air

Jenazah Pramugari Yuni Dwi Saputri Teridentifikasi dari Sikat Gigi, Begini Ceritanya

“Kalau yang orangtuanya adalah separuh punyanya ibu, separuh punyanya ayah,” tambah Ratna.

Editor: Abdul Qodir
KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD
Serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan beberapa potongan tubuh tiba di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021) malam. 

Barang pribadi itu berupa dompet berisi KTP dan uang yang masih utuh.

Baca juga: Banjir di Kalsel Meluas, Ribuan Rumah Terendam Air 3 Meter, Rumah Ketua DPRD Jadi Posko Pengungsian

Panglima Koarmada I TNI AL Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan dompet itu masih lengkap berisi KTP beserta NPWP dan uang. "Uangnya utuh," katanya, Jumat (15/1/2021).

Dompet korban Sriwijaya Air itu atas nama Indah Halimah Putri (26).

"Kami menemukan satu dompet ada KTP atas nama Indah Halimah Putri," kata Rasyid.

Hingga Minggu (17/1/2021) malam, sebanyak 29 jenazah dari 62 korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polri di RS Polri, Kramat Jatim, Jakarta Timur.

Dan sebagian korban yang teridentifikasi adalah mereka yang barang propertinya sempat ditemukan oleh tim SAR gabungan, seperti pramugari Yuni Dwi Saputri (34), Indah Halimah Putri (26) dan Nelly (49). 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seorang Korban Pesawat Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi Lewat DNA di Sikat Gigi" & "TNI AL Temukan Sejumlah KTP Korban Sriwijaya Air, Salah Satu Diduga Milik Pramugari"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved