TIPS! Meminimalisir Efek Samping Vaksin Covid-19
Upaya pemberian vaksin coronavirus disease 2019 (Covid-19) sudah dilakukan
TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Upaya pemberian vaksin coronavirus disease 2019 (Covid-19) sudah dilakukan.
Sejumlah negara termasuk Indonesia, sudah mulai menjalankan vaksinasi Covid-19.
Di Indonesia, vaksinasi Covid-19 masih menuai pro kontra.
Ada masyarakat yang bersedia melakukan vaksin namun ada pula yang menolaknya karena takut akan efek samping yang terjadi.
Padahal, manfaat vaksin Covid-19 lebih besar daripada efek sampingnya.
Baca juga: Pemerintah Mulai Berikan Vaksin Covid-19 Bagaimana Nasib WNI di Luar Negeri?
Baca juga: Pasca-Dikriitk Sampai Ada yang Menuntut, Raffi Ahmad Tetap Sosialisikan Vaksin Covid-19
Sama dengan jenis vaksin lainnya, efek samping yang terjadi adalah tanda bahwa tubuh merespon vaksin Covid-19 yang disuntikan ke tubuh.
Apa yang terjadi pada tubuh ketika mendapatkan vaksin Covid-19?
Spesialis penyakit paru dari Cleveland Clinic, Jafar Abunasser, mengatakan proses pemberian vaksin hanya membutuhkan waktu 20 detik saja.
Setelah mendapatkan suntikan vaksin, petugas akan melakukan pemantauan sekitar15 menit untuk mengetahui apakah ada reaksi alergi.
"Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi ringan terhadap vaksin lain atau obat suntik, Anda dapat menerima vaksin dengan aman dengan periode pemantauan 15 menit," ucapnya.
Jika terjadi reaksi alergi, maka kita bisa mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat.
"Namun, saat ini, kami tetap menyarankan untuk tidak menerima vaksin jika Anda pernah mengalami reaksi anafilaksis terhadap vaksin sebelumnya,” kata Dr. Abunasser.
Menurut Abunasser, efek samping yang biasa terjadi usai mendapat vaksin Covid-19 adalah nyeri di bagian lengan karena jarum suntik.
Jadi, efek tersebut bukan terjadi akibat pengaruh vaksin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-vaksin.jpg)