Virus Corona
Delapan Tenaga Kesehatan Alami Gejala Usai Divaksin Covid-19
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengatakan telah menerima laporan gejala pemberian vaksin coronavirus disease 2019 (Covid-19).
"Tapi itu bersifat subjektif dan individual. Mereka sudah sembuh," ucapnya.
Baca juga: Empat Hari Setelah Suntik Vaksin, Wali Kota Tangsel Airin: Saya Juga Penasaran, Katanya Saya Pucat
Baca juga: Wali Kota Serang Kembali Gagal Divaksin Sinovac, Ini Penyebabnya
Mereka yang telah mendapatkan vaksin diharapnan agar tetap dapat menjaga kebiasaan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).
Karena, seseorang masih bisa terinfeksi Covid-19, meskipun telah divaksin. Namun, gejala yang ditimbulkan sangat minor
Mulai Rabu (13/1/2021) kemarin, vaksin coronavirus disease 2019 (Covid-19) telah resmi diberikan kepada Warga Negara Indonesia (WNI).
Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin Sinovac.
Apa efek samping dari vaksin Sinovac tersebut?
Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, selain memiliki kemanjuran atau efikasi di atas 50 persen, vaksin asal Tiongkok tersebut juga aman karena memberikan efek samping ringan.
Penny menjelaskan, data keamanan vaksin Covid-19 yang diperoleh dari studi klinik fase 3 di Indonesia, Turki, dan Brazil yang dipantau sampai periode tiga bulan setelah penyuntikan dosis kedua.
"Secara keseluruhan vaksin Coronovac aman, efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang, yaitu efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan," ujar Penny dalam konferensi pers yang dilakukan virtual, Senin (11/1/2021).
Kemudian, ujar Penny, ada pula efek samping sistemik berupa nyeri otot, fatigue, dan demam.
Sementara fekuensi efek samping dengan derajat berat, seperti sakit kepala gangguan di kulit atau diare, hanya dilaporkan sekitar 0,1% sampai dengan 1%.
"Itu merupakan efek samping yang tidak berbahaya dan dapat pulih kembali. Secara keseluruhan, kejadian efek samping ini juga dialami pada subjek yang mendapatkan plasebo," ungkapnya.
Di Indonesia uji klinik vaksin Covid-19 dilakukan di Bandung, Jawa Barat dengan mengikutsertakan 1.600 relawan.
Dalam penerbitan EUA, disampaikan Badan POM menggunakan data hasil pemantauan dan analisis dari uji klinik yang dilakukan di Indonesia dan juga mempertimbangkan hasil yang dilakukan di Brazil dan Turki.
"Vaksin Coronavac dari uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3% dan berdasarkan laporan dari efikasi vaksin di Turki adalah sebesar 91, 25% serta dibahas di Brasil sebesar 78% tersebut sudah sesuai dengan persyaratan WHO yakni minimal efikasi vaksin adalah 50 persen," jelas Penny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/tampilan-vaksin-covid-19-sinovac.jpg)