Breaking News:

BPBD Lebak Banten Siaga Bencana 24 Jam

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengumumkan potensi bencana alam di Lebak.

TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM LEBAK - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengumumkan potensi bencana alam di Lebak.

Kabupaten Lebak terdiri dari 28 kecamatan, 5 kelurahan, dan 340 desa.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Lebak, terdapat 12 kecamatan rawan banjir dan 16 kecamatan rawan tanah longsor.

Baca juga: Curhatan Tenaga Kesehatan Puskesmas Rangkasbitung Lebak Sebelum dan Setelah Suntik Vaksin

Baca juga: Satu per Satu Tenaga Kesehatan Puskesmas Rangkasbitung Lebak Suntik Vaksin Covid-19

"Untuk wilayah Kabupaten Lebak memang masuk daerah langganan banjir dan longsor jika cuaca buruk yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir," ujar Dion Selaku Kordinator Kecamatan Bojongmanik BPBD Kabupaten Lebak. Kepada, TribunBanten.com, Selasa(26/1/2021).

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak hujan berpeluang Januari sampai Februari 2021 sehingga berpotensi terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

Pihaknya telah melakukan Kegiatan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana di Wilayah Kabupaten Lebak Tahun 2021 pada, Jumat(22/1/2021)

Apel Kesiapsiagaan itu diikuti oleh Polres Lebak, Kodim 0603 Lebak, Dishub Lebak, Sat Pol PP, Tagana, Dinas kesehatan Lebak, Damkar, PMI Lebak berikut kendaraan dan peralatannya.

Baca juga: Viral Wisudawan Inkes Medistra Naik Becak Motor Bersama Sang Ayah di Saat Teman-Temannya Naik Mobil

Mengingat dari pengalaman banjir bandang dan tanah longsor awal 2020 di enam kecamatan di Kabupaten Lebak mengakibatkan sembilan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi dan juga puluhan infrastuktur dan ratusan rumah warga hilang dan rusak berat akibat bencana alam tersebut.

"Untuk warga agar selalu waspada jika curah hujan lebat dengan intensitas tinggi, terlebih pada malam hingga dinihari," ujarnya.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam itu hingga ribuan kepala keluarga dengan daerah yang berada di perbukitan, pegunungan dan aliran sungai.

BPBD Lebak telah menyiapkan peralatan evakuasi guna menyelamatkan masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi banjir dan longsor di antaranya perahu karet, pakaian pelampung, genset, gas, kendaraan operasional, dan alat berat dan perlatana dapur umum bahkan untuk memangatisipasi iti, sudah ada perahu karet yang disusun dimobil pikup.

Menurut Dion, memang jika sudah memasuki musim penghujan seperti saat ini perlatan bahkan perahu sudah harus disiapkan dan dinaikan ke mobil pickup agar sewaktu kejadian bisa segera meluncur dengan cepat ketempat kejadian.

Selain itu, tenda, persediaan logistik, dan obat-obatan agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan serangan penyakit.

"Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dengan mengoptimalkan posko selama 24 jam dengan melibatkan petugas kebencanaan dan relawan sebanyak 20 orang," tutupnya.

Penulis: desi purnamasari
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved