Virus Corona di Banten
Hingga 27 Januari, 18 Tenaga Medis dan Kesehatan di Banten Meninggal Terpapar Covid-19
Sebanyak 12 dokter, dua perawat, dan empat bidan yang bertugas di Provinsi Banten meninggal dunia selama masa pandemi Covid-19
TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Sebanyak 12 dokter, dua perawat, dan empat bidan yang bertugas di Provinsi Banten meninggal dunia selama masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Ini merupakan data dari tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Tim Mitigasi IDI mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang meninggal akibat Covid-19 selama pandemi yang berlangsung 10 bulan ini.
Berdasarkan data yang dirangkum oleh Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dari Maret hingga pertengahan Januari 2021, terdapat total 647 petugas medis dan kesehatan yang meninggal karena terinfeksi virus corona.
Baca juga: Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Sekda Banten: Alhamdulillah Tanpa Gejala
Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 Akibat Klaster Liburan di Tangerang Selatan, Ditemukan 100 Kasus Baru
Terdiri dari 289 dokter (16 guru besar) dan 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, 15 tenaga lab medik.
Rincian dokter yang meninggal terdiri dari 161 dokter umum (4 guru besar), dan 123 dokter spesialis (12 guru besar), serta 5 residen, yang keseluruhannya berasal dari 26 IDI Wilayah (provinsi) dan 116 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).
Berdasarkan perbandingan statistik testing dan populasi, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia, dan 3 besar di seluruh dunia.
Bahkan sepanjang bulan Desember 2020 mencatat 53 (lima puluh tiga) dan hingga pertengahan bulan Januari 2021.
Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi mengatakan, meskipun program vaksinasi sudah mulai dilakukan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, hal ini hanya merupakan satu di antara upaya pencegahan (preventif).
"Kondisi ini tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat tetap abai dalam menjalankan protokol kesehatan 5M; yakni Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, Menjaga jarak, Membatasi Mobilitas, dan Menghindari Kerumunan," ungkap Adib dalam keterangannya, Kamis (28/1/2021).
Jawa Timur Teratas dengan Jumlah Tenaga Medis yang Meninggal karena Terpapar Covid-19
Berdasarkan data provinsi, provinsi Jawa Timur menempati posisi teratas dengan jumlah petugas medis dan kesehatan yang meninggal :
Jawa Timur 56 dokter, 6 dokter gigi, 89 perawat, 4 tenaga lab medik, 33 bidan
DKI Jakarta 43 dokter, 10 dokter gigi, 25 perawat, 2 apoteker, 3 tenaga lab medik, 7 bidan
Jawa Tengah 41 dokter, 2 dokter gigi, 27 perawat, 3 tenaga lab medik, 2 bidan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/penggali-kubur-2.jpg)