Kuliner
Tips Makan Mi Instan yang Sehat, Dari Mulai Tambahkan Sayur Sampai Buat Bumbu Sendiri
Mie instan menjadi alternatif makanan mudah yang digemari banyak orang. Selain karena proses pembuatannya yang praktis makanan ini juga mudah didapat.
Menurut Dietary Guidelines for American, tubuh manusia harus menerima kurang dari 2.300 mg garam per hari dan 1.500 mg bagi setiap orang di atas usia 50 tahun.
Agar mi instan yang dikonsumsi lebih sehat, buanglah sebagian besar bumbu yang disediakan atau seluruhnya jika memungkinkan.
Kamu bisa menggantinya dengan rempah-rempah, seperti cabai, kecap ikan atau miso.
3. Tambahkan protein
Tambahkan protein ke dalam mi instan yang kamu konsumsi agar gizinya lebih lengkap.
Umumnya, orang akan menambahkan telur karena praktis dilakukan dan stok telur mudah disimpan.
Kamu bisa mengolah telur menjadi telur dadar, telur mata sapi, telur apung (poached egg), atau cara mengolah lainnya yang kamu suka.
Satu butir telur mengandung vitamin A, asam folat, vitamin B5, vitamin B12, vitamin B2, fosfor, selenium, vitamin D, vitamin E, vitamin K, vitamin B6, kalsium, dan seng.
Jika tidak menyukai telur, kamu juga bisa menambahkan irisan daging tanpa lemak.
4. Jangan makan terlalu sering
Selain melengkapi mi instan yang dikonsumsi dengan bahan-bahan yang mengandung gizi penting, kamu juga perlu membatasi jumlah mi instan yang dikonsumsi.
Banyaknya kandungan yang tidak baik di dalam mi instan membuatnya buruk untuk jangka panjang jika dikonsumsi terlalu sering.
Lalu, berapa jumlah porsi mi instan yang masih dikatakan aman?
Sebetulnya, tak ada saran rekomendasi jumlah konsumsi mi instan karena makanan ini tidak dianggap sebagai pengganti makanan pokok.
Namun, menurut ahli diet Mount Elizabeth Hospital Seow Vi Vien seperti dilansir dari Mount Elizabeth Hospital, batas aman konsumsi makan mi instan dalam seminggu adalah satu sampai dua kali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-makan-mie-instan-1.jpg)