Breaking News:

Aturan OJK soal Pemasaran Unitlink, Pakar: Nasabah Perlu Diedukasi Prinsip Kehati-hatian

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menggairahkan industri asuransi jiwa di tahun kerbau logam.

Editor: Glery Lazuardi
Aturan OJK soal Pemasaran Unitlink, Pakar: Nasabah Perlu Diedukasi Prinsip Kehati-hatian
Tribunnews
OJK

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menggairahkan industri asuransi jiwa di tahun kerbau logam.

Berbagai kebijakan relaksasi diterbitkan OJK demi mendorong pertumbuhan bisnis asuransi.

Salah satunya adalah memperpanjang relaksasi pemasaran Produk Asuransi yang Diasuransikan (PAYDI) atau lazim disebut unitlink secara online.

Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan bisnis asuransi jiwa ditengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pada Mei tahun lalu, OJK telah menerbitkan aturan penyesuaian teknis pelaksanaan pemasaran produk PAYDI.

Baca juga: Penyebaran Hoaks di Tengah Pandemi, Rugikan Industri Asuransi, Penegak Hukum Harus Bertindak

Baca juga: 36 Perusahaan Asuransi Dapat Penghargaan Insurance Award 2020 Berdasarkan Kinerja Keuangan Terbaik

Dengan beleid tersebut, perusahaan asuransi konvensional maupun syariah bisa menggunakan sarana digital atau media elektronik untuk memasarkan produk unitlink.

Kebijakan OJK memperpanjang relaksasi pemasaran unitlink secara digital dinilai positif oleh sejumlah kalangan.

Azuarini Diah, pengamat asuransi dari Sekolah Tinggi Asuransi Trisakti mengatakan, kebijakan OJK tersebut mampu menekan dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap asuransi jiwa.

Hanya saja, dia mengingatkan, pelonggaran pemasaran unitlink secara digital itu tetap harus tetap dilandasi dengan prinsip kehati-hatian.

Hal ini, terutama dalam memberikan layanan kepada para calon pemegang polis yang belum memahami secara baik produk unitlink.
Apalagi, di tengah ketidakpastian ekonomi selama masa pandemi.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved