Kisah H Aliyudin, Mantan Direktur PDAM yang Banting Setir jadi Perajin Miniatur Bambu
Ia mengungkapkan, saat itu dirinya menjadi direktur PDAM termuda se-Indonesia. Kariernya meroket kendati hanya berlatar belakang pendidikan SMA.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Setelah menjabat dua kali periode sebagai direktur, H Aliyudin memilih pensiun dini pada 2006.
"Saat pensiun juga, usia saya masih muda. Karena sudah menjabat dua kali ya akhirnya saya pensiun di usia muda," ujarnya seraya tertawa.
Baca juga: Penduduk Miskin di Banten Bertambah Banyak, Wagub: Kita Nomor 8 di Nasional, Itu Luar Biasa
Baca juga: Berawal dari Hobi, Penggemar Motor Buat Miniatur RX King, Setiap Bulan Untung Jutaan Rupiah
Setelah pensiun, ia memutuskan untuk menyalurkan jiwa seninya dengan membuat kerajinan miniatur berbahan dasar bambu.
Keputusannya tidak terlepas karena melimpahnya bambu di Kabupaten Lebak. Ia memanfaatkan alam sebagai bahan untuk menghasilkan karya bernilai seni sekalilgus ekonomi.
Dari penjualan miniaturnya, ia donasikan ke sebuah yayasan sekolah hingga pesantren miliknya.
Ia pun bersama adiknyan mendirikan Sekolah Menengah Keterampilan (SMK) di Desa Pair Tanjung Rangkasbitung pada 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/h-aliyudin-perajin-miniatur-berbahan-dasar-bambu-di-rangkasbitung-lebak.jpg)