Kisah H Aliyudin, Mantan Direktur PDAM yang Banting Setir jadi Perajin Miniatur Bambu

Ia mengungkapkan, saat itu dirinya menjadi direktur PDAM termuda se-Indonesia. Kariernya meroket kendati hanya berlatar belakang pendidikan SMA.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/ Ahmad Tajudin
H Aliyudin, perajin miniatur berbahan dasar bambu di Kampung Sentral, Rangkasbitung Tengah, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten, Kamis (18/2/2021).   

Setelah menjabat dua kali periode sebagai direktur, H Aliyudin memilih pensiun dini pada 2006.

"Saat pensiun juga, usia saya masih muda. Karena sudah menjabat dua kali ya akhirnya saya pensiun di usia muda," ujarnya seraya tertawa.

  

Baca juga: Penduduk Miskin di Banten Bertambah Banyak, Wagub: Kita Nomor 8 di Nasional, Itu Luar Biasa

Baca juga: Berawal dari Hobi, Penggemar Motor Buat Miniatur RX King, Setiap Bulan Untung Jutaan Rupiah

Setelah pensiun, ia memutuskan untuk menyalurkan jiwa seninya dengan membuat kerajinan miniatur berbahan dasar bambu. 

Keputusannya tidak terlepas karena melimpahnya bambu di Kabupaten Lebak. Ia memanfaatkan alam sebagai bahan untuk menghasilkan karya bernilai seni sekalilgus ekonomi.

Dari penjualan miniaturnya, ia donasikan ke sebuah yayasan sekolah hingga pesantren miliknya.

  

Ia pun bersama adiknyan mendirikan Sekolah Menengah Keterampilan (SMK) di Desa Pair Tanjung Rangkasbitung pada 2018.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved