Melongok Sanggar Batik Krakatoa, Batik Khas Cilegon Milik Istri Helldy Agustian

Adalah batik motif debus, rampag bedug, dan Gunung Krakatau, dan tugu landmark menjadi motif yang paling diminati dari batik cap.

Tayang:
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Seorang pekerja sedang mencanting di sebuah kain di Sanggar Batik Krakatoa, di Jalan Teuku Cik Ditiro, Lingkar Kadipaten RT 06/02, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (20/2/2021). Batik Krakatao menjadi satu-satunya batik khas Cilegon dan dikelola oleh istri Wali Kota Terpilih Cilegon Helldy Agustian, Hany Seviatry.  

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Sanggar Batik Krakatoa diresmikan pada 22 Februari 2014 merupakan sanggar batik pertama di Kota Cilegon.

Sanggar batik ini merupakan hasil inisiasi dari Wali Kota terpilih Cilegon Helldy Agustian.

Sekarang, Sanggar Batik Krakatoa diteruskan dan dikelola oleh istrinya, Hany Seviatry.

Sanggar ini memproduksi jenis batik cap dan batik tulis dan berdampingan dengan galeri penjualan produknya.

Ada sejumlah pekerja perempuan dan pria yang bekerja membuat kain batik di sanggar tersebut.

Pekerja perempuan khusus membuat batik tulis, sementara pekerja pria membuat batik cap.

Sanggar Batik Krakatoa berada di Jalan Teuku Cik Ditiro, Lingkar Kadipaten RT 06/02, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten.

Baca juga: Kekupon, Debus, dan Memolo Jadi Tiga Motif Batik Keraton Banten Paling Laris

Baca juga: Batik Banten Mukarnas Miliki Koleksi Batik Bercorak Artefak Kesultanan Banten, Libatkan Arkeolog UI

Hany Seviatry selaku pemilik menunjukkan sejumlah produk batik di Sanggar Batik Krakatoa, di Jalan Teuku Cik Ditiro, Lingkar Kadipaten RT 06/02, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (20/2/2021). Hany Seviatry merupakan istri Wali Kota Terpilih Cilegon Helldy Agustian. 
Hany Seviatry selaku pemilik menunjukkan sejumlah produk batik di Sanggar Batik Krakatoa, di Jalan Teuku Cik Ditiro, Lingkar Kadipaten RT 06/02, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (20/2/2021). Hany Seviatry merupakan istri Wali Kota Terpilih Cilegon Helldy Agustian.  (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Hany Seviatry menceritakan, awal berdirinya Sanggar Batik Krakatoa untuk membuktikan kalau masyarakat Cilegon bisa juga membatik.

Selain itu, ia dan suami menginginkan menciptakan lapangan kerja dengan memperdayakan warga sekitar.

  

"Pembatik tulis yang kami miliki di sini mayoritas masyarakat Cilegon, khususnya dari daerah yang dekat dengan sanggar," ujar Hany saat ditemui TribunBanten.com di sanggar Batik Krakatao miliknya, Sabtu (20/2/2021).

  

Pada awalnya berdiri, ia dan suami mendatangkan pengajar batik untuk melatih warga untuk membatik di sanggar miliknya.

  

Namun, pembelajaran untuk pekerja hanya dilakukan selama satu bulan.

  

"Setelah dikasih pelatihan tersebut pengajarnya membiarkan kita bergerak mandiri," ungkapnya.

Baca juga: Hobi di Masa Pandemi, Merawat Hewan Peliharaan, 6 Tips Memelihara Hamster

Baca juga: Wisata Bukti Waruwangi, Sajikan Pesona Alam Khas Banten, Jarak Terjangkau dan Harga Tiket Murah

Hany mengatakan, saat ini Sanggar Batik Krakatao miliknya mempekerjakan 20 warga.

  

"Awalnya dulu ada 30 orang, tapi karena beberapa ada yang menikah, jadi tidak lanjut bekerja di sini," ujarnya.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila Jakarta itu juga mengungkapkan, Batik Krakato lahir nilai kearifan lokal Cilegon dan Banten.

Nama batik Krakatoa sendiri terinspirasi dari nama Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda.

"Kalau di mancanegara nama Gunung Krakatau dikenal dengan Krakatoa, biar gampang diingat jadinya kami buat dengan nama Krakatao," ujarnya.

"Diharapkan dengan penamaan ini, Batik Krakatoa bisa terkenal sampai ke mancanegara," tambah ibu tiga anak ini.

Seorang pekerja sedang melakukan pembuatan batik cap di Sanggar Batik Krakatoa, Jalan Teuku Cik Ditiro, Lingkar Kadipaten RT 06/02, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (20/2/2021). Batik Krakatao menjadi satu-satunya batik khas Cilegon dan dikelola oleh istri Wali Kota Terpilih Cilegon Helldy Agustian, Hany Seviatry.
Seorang pekerja sedang melakukan pembuatan batik cap di Sanggar Batik Krakatoa, Jalan Teuku Cik Ditiro, Lingkar Kadipaten RT 06/02, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (20/2/2021). Batik Krakatao menjadi satu-satunya batik khas Cilegon dan dikelola oleh istri Wali Kota Terpilih Cilegon Helldy Agustian, Hany Seviatry. (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Saat ini, Batik Krakatoa memiliki 60 motif batik dan 15 motif batik tulis.

"20 motif di antaranya sudah dipatenkan menjadi milik Sanggar Batik Krakatoa," ujar perempuan 51 tahun ini.

Karena proses pengerjaannya yang memakan waktu dan biaya banyak, harga batik tulis lebih mahal dibanding batik cap.

"Baju batik cap berbahan katun satu warna paling murah seharga Rp 140.000 dan bahan katun batik tulis ukuran 2,5 meter seharga Rp 1.350.000.

Baca juga: Pedasnya Nendang dan Pas! Pecak Bandeng, Menu Khas Banten di RM Maren Selalu Diburu Pencinta Kuliner

Baca juga: Janji Irna Narulita-Tanto yang Unggul di Pilkada Pandeglang, Matangkan Rencana Geopark Ujung Kulon

Sanggar ini pernah memproduksi kain batik dengan bahan sutra, namun tidak berlangsung lama.

"Karena kemahalan jadi sepi peminatnya, jadinya sekarang sudah tidak diproduksi," ungkapnya.

Motif yang terdapat di sanggar ini berangkat dari kearifan lokal dan kuliner khas Kota Cilegon.

"Ada motif Urang Kenekes, Pabrik Kimia, Pelabuhan Merak menjadi yang paling dicari batik tulis," ujarnya.

Motif batik yang tersedia di sini merupakan hasil desain murni dari Hany Seviatry dengan timnya.

"Harapannya dua bulan sekali mengeluarkan motif baru, tapi masih kesulitan karena terkadang mentok di ide," tuturnya.

  

Adalah batik motif debus, rampag bedug, dan Gunung Krakatau, dan tugu landmark menjadi motif yang paling diminati dari batik cap.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved