Nikmati Pemandangan Kota Cilegon dari Atas Bukit, Masjid Agung Terlihat Jelas

Warungnya tepat berada di pinggir jalan berbukit untuk menuju ke Bukit Kedurung atau ke Bukit Watu Lawang.

Penulis: Khairul Maarif | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Maarif
Warung milik Humesi di sebuah bukit di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Warung milik Humesi baru berdiri selama satu bulan.

Meski baru berdiri satu bulan, warungnya yang berada di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten ini kerap dikunjungi warga.

Sebab, jika berkunjung ke sana, warga dapat melihat pemandangan Kota Cilegon dari atas bukit.

Posisi warung sederhana ini ini berada di ketinggian sekitar 300 meter dari permukaan laut.

Warungnya tepat berada di pinggir jalan berbukit untuk menuju ke Bukit Kedurung atau ke Bukit Watu Lawang.

Di sini hanya terdapat warung Humesi saja tidak ada warung lainnya.

Belakang warung Humesi langsung menghadap ke jurang yang ditumbuhi pepohonan yang rindang.

Humesi berdagang hanya berdua ditemani oleh sang istri tercinta.

Baca juga: Anak Kades Ditemukan Tewas di dalam Karung dan Dibuang ke Bukit, Ayah Menjerit Peluk Jasad Putrinya

Baca juga: Kampung Palas Cilegon, Sentra Industri Kasur dan Bantal yang Tetap Bertahan di Era Modern

Di selatan warung Humesi disediakan tempat duduk berbahan kayu dan batu untuk melihat pemandang Kota Cilegon lebih jelas.

Dari tempat ini, Masjid Agung Cilegon terlihat jelas dengan tiga menaranya yang mencakar langit.

Ada juga pemandangan persawahan yang masih hijau.

Warung Humesi di sebuah bukit di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten.
Warung Humesi di sebuah bukit di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten. (TribunBanten.com/Khairul Maarif)

Akses jalannya cukup bagus, sekalipun ada kerusakan jalan hanya di beberapa titik saja tidak lebih sampai tiga titik.

Dari Alun-alun Kota Cilegon berjarak sekitar delapan kilometer dan hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Dari pantauan TribunBanten.com, Minggu (21/2/2021) warung Humesi masih tampak sepi.

Baca juga: Sebagian Hasil Pengelolaan Wisata Religi Masjid Kapal Bosok Kota Serang Diberikan untuk Anak Yatim

Baca juga: Apa itu Nasi Uduk? Ternyata Hasil Persilangan Dua Budaya, Berikut Penjelasan dan Asal-Usulnya

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved