Mahasiswa Untirta Meninggal

Keluarga Beberkan Fadli Kerap Ditampar Selama Diklat Mapala Untirta di Gunung Karang

Diceritakan oleh teman tersebut, bahwa adiknya dan para peserta diklat mendapat tekanan dan perpeloncoan selama beberapa hari kegiatan tersebut.

Tayang:
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Sodahead via TribunSolo.com
Ilustrasi penamparan 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Duka menyelimuti kediaman Fadli Abdi Nursyahri Sudrajat (18) di Kampung Borongbuni, Desa Salapraya, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Selasa (2/3/2021).

Keluarga dan rekan Fadli berdatangan ke rumah berdinding kuning tersebut.

Fadli Abdi Nursyahri Sudrajat, mahasiswa semeter dua Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Kota Serang meninggal dunia pada Selasa (1/3/2021), usai mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) UKM mahasiswa pencinta alam (mapala) dari kampusnya selama 10 hari di Gunung Karang, Pandeglang.

Rasa duka mendalam dirasakan kakak korban, Iqra Ar Raffi Sudrajat.

Iqra menuturkan, adiknya pamit meninggalkan rumah untuk mengikuti diklat Mapala Untirta pada 17 Februari 2021 dalam kondisi sehat.

Saat itu, Fadli pamit mengikuti diklat mapala selama 10 hari mulai 17 sampai 28 Februari 2021 dengan melakukan pendakian dan materi di Gunung Karang, di Kabupaten Padeglang. Gunung Karang merupakan gunung berapi kerucut dengan ketinggian 1778 mdpl.

Rumah Fadli Abdi Nursyahri Sudrajat, mahasiswa Untirta yang meninggal usai mengikuti Mapala Untirta
Rumah Fadli Abdi Nursyahri Sudrajat, mahasiswa Untirta yang meninggal usai mengikuti Mapala Untirta (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Namun, sang adik sudah dalam kondisi tidak bernyawa usai kegiatan diklat.

Iqra mengungkapkan kekecewaannya terhadap panitia penyelenggara diklat mapala tersebut.

Sebab, keluarga tidak dikabari perkembangan kondisi korban, termasuk saat-saat Fadli dalam kondisi kritis.

"Saya dikabari pun posisinya sudah tidak ada dan yang disayangkan itu posisi adik saya di saat drop saya tidak dikabari," ucap Iqra di rumah duka.

Menurutnya, pihak panitia diklat pendakian gunung hanya mengabarkan melalui telepon tentang kondisi adiknya pada awal kegiatan.

Saat itu, Iqra mengaku sudah khawatir dan meminta pihak panitia penyelenggara untuk memperhatikan kondisi adiknya selama kegiatan.

"Dan semenjak itu tidak ada mengabarkan lagi. Mungkin hp-nya (Fadli) diambil pada saat kegiatan, jadi tidak bisa komunikasi lewat apapun," ujarnya.

Baca juga: Fakta Tewasnya Mahasiswa Untirta Usai Diklat Mapala, Luka Sayatan di Kaki jadi Tanda Tanya

Iqra menjelaskan dirinya mendapat penjelasan dari teman adiknya perihal kejadian yang menimpa adiknya sebelum meninggal dunia.

Diceritakan, bahwa Fadli sempat berisitirahat di indekos temannya di Kota Serang, setelah 10 hari kegiatan diklat di Gunung Karang. Dan saat itu lah adiknya sudah tidak sadarkan diri.

Namun, sebelum beristirahat di indekos itu, Fadli sempat menceritakan kejadiannya yang menimpanya salama diklat kepada teman pemilik indekos itu.  

Iqrar, kakak dari Fadli Abdi Nursyahri Sudrajat, Mahasiswa Unirta yang meninggal usai menjalani diklat Mapala di Gunung Karang, Banten
Iqrar, kakak dari Fadli Abdi Nursyahri Sudrajat, Mahasiswa Unirta yang meninggal usai menjalani diklat Mapala di Gunung Karang, Banten (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Diceritakan oleh teman tersebut, bahwa adiknya dan para peserta diklat mendapat tekanan dan perpeloncoan selama beberapa hari kegiatan tersebut.

"Cuma pas pulang ke kosan dia sempat bilang ke teman satu kosan itu, 'Wah saya hampir 20 kali atau tiap hari begitu saya ditamparin," bebernya.

Iqra mempertanyakan SOP kegiatan diklat mapala tersebut.

Baca juga: Untirta Sudah Mengeluarkan Surat Imbauan Kegiatan Ekstrakurikuler Digelar Online, Berikut ini Isinya

Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Bekas Galian Tambang di Cilegon, Ada Luka Benda Tumpul di Wajah

Sebab, seharusnya pihak panitia penyelenggara melaporkan setiap perkembangan penting yang terjadi pada para peserta ke pihak keluarga.

Menurutnya, pihak panitia dari Mapala Untirta sempat mengakui kesalahannya karena lalai dengan kegiatan tersebut.

"Pada saat adik saya drop hari Sabtu itu mereka bilang sudah tidak ada sinyal di atas gunung," tuturnya.

Korban Dibopong Usai Pendakian Longmarch

Ilustrasi Mendaki Gunung
Ilustrasi Mendaki Gunung (Rei.com)

Dari penjelasan rekan korban, keluarga mengetahui jika Fadli dan para peserta diklat Mapala Untirta melakukan pendakian secara longmarch selama beberapa hari menuju puncak Gunung Karang

Dan pada suatu waktu, Fadli sudah tidak mampu lagi mengikuti pendakian tersebut. Namun, dia justru kembali melanjutkan kegiatan tersebut.

"Adik saya itu sudah menyatakan untuk mundur karena sudah tidak kuat dan panitia pun sudah mempersilakan. Akan tetapi, adik saya ini mungkin bimbang dari pihak mapala juga, (sebab) kalau ingin pulang tidak bisa diantar melainkan sendirian," ujarnya.

Akhirnya, sanga adik pun bimbang dan kembali berjalan hingga selesai mengikuti kegiatan mapala pada Sabtu kemarin.

Baca juga: Keluarga Ungkap Perilaku Fadli Sudah Tak Kuat Lanjuti Diklat Mapala Untirta, Dibopong Saat Berjalan

Baca juga: Telusuri Penyebab Kematian Mahasiswa, Untirta Bakal Minta Keterangan Ketua Mapala

Menurut informasi yang ia peroleh dari pihak panitia, pada saat itu sang adik sudah tidak bisa berjalan lagi dan kondisi kakinya sudah banyak luka dengan segala macam lainnya.

Tak hanya itu, Fadli yang sudah tidak bisa berjalan harus dibopong oleh panitia saat proses menuruni gunung.

Akhirnya, Fadli berhasil turun pada Senin subuh dan langsung dibawa ke klinik kampus Untirta untuk mendapatkan perawatan.

"Adik saya dibawa ke kampus setelah itu dibawa ke klinik, tapi adik saya tidak mau ke klinik, mau langsung ke kosan menurut mapalanya," tuturnya.

Setibanya di kosan temannya di Kota Serang, menurut pengakuan teman korban, wajah Fadli sudah tampak pucat dan tubuhnya lemas.

Bahkan, Fadli sudah meminta langsung untuk istirahat di indekos temannya itu.

Namun, beberapa saat kemudian, Fadli sudah tidak sadarkan diri hingga akhirnya dilarikan ke RS Drajat Prawiranegara.

Sayang, saat itu nyawa Fadli sudah tidak tertolong.

Hingga berita ini diturunkan, TribunBanten.com masih mengupayakan konfirmasi dari pihak panitia penyelenggara diklat mapala Untirta perihal penjelasan pihak keluarga korban ini.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved