Warga di Ciledug Terpaksa Keluar Masuk Rumah Panjat Pagar Beton 2 Meter dan Berduri, Ini Penyebabnya
Baru kali ini terjadi, warga yang hendak ke luar rumah harus memanjat pagar. Itulah kondisi yang dirasakan warga di Tajur, Kecamatan Ciledug
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Baru kali ini terjadi, warga yang hendak ke luar rumah harus memanjat pagar.
Itulah kondisi yang dirasakan warga di Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
Sebab, warga Jalan Akasia Nomor 1 RT 04/03, Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang harus memanjat tembok beton setinggi dua meter untuk keluar masuk rumahnya.
Mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa harus memanjat tembok beton berjeruji tajam untuk beraktivitas.
Lantaran, akses jalan ke rumahnya terbeton layaknya terkurung dalam sangkar.
Satu dari dari beberapa pemilik rumah, Asep menjelaskan kalau dirinya sudah jadi ahli panjat tembok beton sejak dua tahun lalu.
Baca juga: Anton Medan Berjuang Melawan Diabetes Sebelum Akhirnya Wafat, Sempat Terjatuh Dari Tempat Tidur
Sebab, proses betonisasi terjadi sejak tahun 2019.
Asep menjelaskan, almarhum kakeknya, Munir, membeli rumah melalui acara lelang dari sebuah bank.
Munir pun berhasil membeli tanah dengan harga murah seluas 1.000 meter.
"Sekitar tahun 2016 beli rumah, harganya murah banget dari hasil lelang. Itu sudah lengkap sama bangunannya," kata Asep, Senin (15/3/2021).
Pasalnya, almarhum Munir tidak tahu menahu soal kepemilikan tanah tersebut.
Tiba-tiba pada tahun 2019, seseorang yang mengaku pewaris tanah tiba-tiba datang.
"Tapi jalan yang di situ punya saya dipagar lah jalan itu," kata Asep menirukan nada yang mengaku sebagai ahli waris.
"Saat itu, kami masih dikasih akses masuk, cuma bisa satu motor," tambah Asep
Baca juga: Rumah Warga Ciledug Tangerang di Pagar Beton Pemilik Lahan, Satu Keluarga Keluar Masuk Panjat Tembok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kediaman-melinda.jpg)