Warga di Ciledug Terpaksa Keluar Masuk Rumah Panjat Pagar Beton 2 Meter dan Berduri, Ini Penyebabnya
Baru kali ini terjadi, warga yang hendak ke luar rumah harus memanjat pagar. Itulah kondisi yang dirasakan warga di Tajur, Kecamatan Ciledug
Lanjutnya, ketika memasuki musim hujan awal tahun ini, kawasan tersebut digenangi banjir tinggi.
Menyebabkan beton yang menghalangi rumahnya roboh.
"Eh malah setelah banjir dipasang kawat di atas," keluh Asep.
Asep juga mengatakan, ibunya mengalami trauma saat beton yang menutupi rumahnya roboh.
Dikarenakan, Ruli yang mengaku sebagai pemilik tanah mengancam dengan menggunakan senjata tajam berjenis golok.
"Ibunya ini sempet dikalungin golok gara-gara pager roboh. Kemarin itu kerendem banjir, nah tiba-tiba katanya pager ada yang roboh. Engga tahu lah entah karena banjir atau karena ambles," cerita Asep.
Pada kesempatan tersebut, Asep menerangkan bahwa sebenarnya jalanan tersebut di waqafkan oleh orang tua dari Ruli.
"Menurut informasi almarhum Munir itu hibah dari pada bapaknya yang punya lahan ini, artinya yang punya bapaknya Ruli," tandas Asep.
Awalnya viral sebuah video di media sosial Instagram yang memperlihatkan sejumlah pria membuat pagar dengan tumpukan beton di salah satu rumah di kawasan Pondok Kacang, Ciledug, Kota Tangerang.
Baca juga: Dihamili Kekasih Lalu Nomor Diblokir, Remaja 16 Tahun Buang Bayinya ke Selokan
Trauma
Warga lainnya yakni Melinda dan keluarganya juga mengaku kesulitan untuk masuk ke area pekarangan rumah sendiri.
Hal ini, karena terdapat beton setinggi lebih dari 2 meter berada persis di depan kediaman Melinda.
Bahkan pagar beton ini dipasangi kawat sehingga sulit jika melewati akses tersebut.
Rumah itu berlokasi di RT 04 / RW 03 Jalan Akasia, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten.
Tak ada jalan keluar dan Melinda beserta keluar terkurung di dalamnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kediaman-melinda.jpg)