Warga di Ciledug Terpaksa Keluar Masuk Rumah Panjat Pagar Beton 2 Meter dan Berduri, Ini Penyebabnya

Baru kali ini terjadi, warga yang hendak ke luar rumah harus memanjat pagar. Itulah kondisi yang dirasakan warga di Tajur, Kecamatan Ciledug

Tayang:
Editor: Yulis Banten
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Kediaman Melinda di RT 04 / RW 03 Jalan Akasia, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang dipagar tembok beton. Ruli yang membangun dinding tersebut mengurung rumah Melinda. 

Wisnu menyebut jajarannya sudah melakukan pemeriksaan.

Keterangan dari keluarga korban telah digali.

"Kemarin sudah dimintai keterangan oleh penyidik dari pihak pelapor," kata Wisnu.

"Kami sudah mencoba meminta keterangan dari pihak Ruli ini, tapi tidak datang-datang. Ruli ini mengancam korban menggunakan golok selain memagari rumahnya dengan tembok beton," ungkapnya.

Baca juga: Viral Video Para Remaja Syok sedang Makan Tiba-tiba Televisi Meledak Karena Tersambar Petir

Keluarga Melinda Berharap Ada Bantuan

Melinda beserta keluarga besarnya pun berharap ada bantuan dari pihak Pemkot Tangerang.

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Yasin.

Yasin menceritakan mengenai ikhwal kejadian ini.

"Awalnya itu keluarga besar di sini atas nama Pak Munir membeli lahan dari orang tua Ruli," ujar Yasin.

Kejadian itu berlangsung pada lima tahun silam.

Munir pun sudah meninggal dan mewarisi ke anak-anaknya lahan tersebut.

"Namun, Ruli mengklaim bahwa sebagian lahan di depan rumah keluarga Munir adalah miliknya," ucapnya.

Lalu Ruli membangun pagar beton di rumah yang kini ditempati oleh Melinda.

Bahkan beton setinggi dua meter ini dipagari kawat.

Sehingga tidak ada akses jalan.

Melinda beserta sekeluarga pun terkurung di dalamnya.

"Jadi kalau mau keluar harus manjat. Kami sudah meminta mediasi kepada Ruli, tapi tidak ada tanggapan. Kami meminta dari jajaran Pemerintah Kota Tangerang membantu dalam persoalan ini," kata Yasin.

Baca juga: Enam Pelaku Pembakaran Posko Ormas Ditangkap, Berasal dari Kelompok di Luar Tangerang Selatan

Baca juga: Cinta Kandas Berujung Petaka, Pria Bawa Bensin lalu Bakar Rumah Mantan Kekasih di Curug Tangerang

Camat Ciledug dan Wali Kota Tangerang Merespon

Camat Ciledug, Syarifudin, menjelaskan mengenai persoalan ini.

Ia telah memanggil kedua belah pihak untuk mediasi.

"Saya sudah panggil mereka, tapi dari pihak Ruli tidak datang - datang," ujar Syarifudin kepada Warta Kota, Minggu (14/3/2021).

Bahkan masalah ini sudah sampai ke telinga Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Arief juga telah mengintruksikan kepada anak buahnya untuk segera atasi permasalahan ini.

"Perintah Pak Wali bongkar paksa tembok beton tersebut," ucapnya.

Syarifudin mennyebut jika pihak Ruli tak ada tanggapan, maka Pemkot Tangerang akan melakukan tindakan tegas.

Yakni sesuai dengan aturan Perundang - undangan.

"Dia (Ruli) ngaku itu lahannya. Padahal kan akses jalan juga di situ. Kami akan segera bongkar," kata Syarifudin.

Kholid Menangis Lihat Cucunya Manjat Pagar Beton Berkawat

Kholid datang melihat kondisi sanak saudaranya yang rumahnya terkurung tembok beton di Ciledug, Kota Tangerang pada Minggu (14/3/2021).

Ia bersama Mulyani, sang istri.

Mulyani merupakan adik dari Munir pemilik lahan tersebut.

Munir telah meninggal belum lama ini.

Di rumah itu ada sekitar 7 orang.

Melinda, suaminya, tiga orang anaknya, dan orang tua.

Saat memasuki rumah tersebut, Kholid dan Mulyani kesulitan.

Pasalnya rumah saudaranya itu dipagari beton.

Dinding beton setinggi lebih dari dua meter.

Panjangnya hingga 180 meter.

Di atasnya dipasangi kawat.

Sehingga harus manjat untuk masuk ke rumah Melinda.

"Ada cucu-cucu saya yang masih kecil di sini. Mereka tidak tau apa-apa, kenapa jadi korban," ujar Kholid tampak menangis saat dijumpai Warta Kota di Ciledug, Kota Tangerang, Minggu (14/3/2021).

Baca juga: PPKM Mikro di Tangerang Raya Diperpanjang Hingga 22 Maret 2021, Berikut Aturannya

Baca juga: Sakit Hati Ditinggal Pacar, Wanita Ini Bunuh dan Buang Bayi di Tempat Sampah Tangerang

Kholid menjelaskan, awalnya Munir membeli lahan ini pada lima tahun yang lalu.

Munir membelinya kepada orangtua Ruli.

"Ruli ini yang bangun pagar di depan rumah. Dia ngakunya itu lahan dia," ucapnya.

Kholid pun tak kuasa menahan sedih.

Ia dari Cengkareng menyempatkan datang untuk melihat kondisi saudaranya itu.

"Saya berharap semoga ini cepat berakhir. Kalau ini terus menerus yang jadi korban ya anak-anak," kata Kholid

Melinda dan keluarga besanya tak pernah mengira bakal mengalami nasib malang seperti sekarang ini.

Ia tak pernah terpikir bakal hidup di dalam 'kurungan' lantaran ada tembok beton yang menghalangi akses dari rumahnya menuju ke luar.

Rumahnya yang berlokasi di RT 04 / RW 03 Jalan Akasia, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang dipagar tembok beton hingga menutupi akses jalan.

Pembuat pagar beton bernama Ruli mengklaim bahwa itu merupakan lahan miliknya.

Dinding tembok tersebut setinggi lebih dari 2 meter dan dipasangi kawat.

Minta Bantuan Pemkot Tangerang

Melinda, warga beralamatkan di RT 04 / RW 03 Jalan Akasia, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang rumahnya dipagari beton.

Ia beserta keluarga besarnya berharap ada bantuan dari pihak Pemkot Tangerang.

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukumnya yakni Yasin. Yasin menceritakan mengenai ikhwal kejadian ini.

"Awalnya itu keluarga besar di sini atas nama Pak Munir membeli lahan dari orang tua Ruli," ujar Yasin kepada Warta Kota saat dijumpai di Ciledug, Kota Tangerang, Minggu (14/3/2021).

Kejadian itu berlangsung pada lima tahun silam.

Munir pun sudah meninggal dan mewarisi ke anak-anaknya lahan tersebut.

"Namun, Ruli mengklaim bahwa sebagian lahan di depan rumah keluarga Munir adalah miliknya," ucapnya.

Lalu Ruli membangun pagar beton di rumah yang kini ditempati oleh Melinda.

Bahkan beton setinggi dua meter ini dipagari kawat.

Sehingga tidak ada akses jalan, Melinda beserta sekeluarga pun terkurung di dalamnya.

"Jadi kalau mau keluar harus manjat. Kami sudah meminta mediasi kepada Ruli, tapi tidak ada tanggapan. Kami meminta dari jajaran Pemerintah Kota Tangerang membantu dalam persoalan ini," kata Yasin.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Nasib Malang Satu Keluarga di Ciledug, Rumahnya Terisolasi Tembok Beton, Pernah Diancam Pakai Golok

Tulisan ini sudah tayang di Tribunnews.com berjudul Cerita Rumah Keluarga Melinda Dipagar Beton dan Diancam Golok Sampai ke Telingan Wali Kota Tangerang


Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved