Warga di Ciledug Terpaksa Keluar Masuk Rumah Panjat Pagar Beton 2 Meter dan Berduri, Ini Penyebabnya

Baru kali ini terjadi, warga yang hendak ke luar rumah harus memanjat pagar. Itulah kondisi yang dirasakan warga di Tajur, Kecamatan Ciledug

Tayang:
Editor: Yulis Banten
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Kediaman Melinda di RT 04 / RW 03 Jalan Akasia, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang dipagar tembok beton. Ruli yang membangun dinding tersebut mengurung rumah Melinda. 

"Susah lewat, makanya ditaruh bangku - bangku untuk naik," ujar Melinda.

Baca juga: Mirip Kamp Militer, Akses Rumah Warga di Ciledug Tangerang Ditutup Dinding Sepanjang 300 Meter

Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Tangerang Beri Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua kepada Pelayan Publik

Melinda pun hanya bisa pasrah.

Pemasang pagar beton itu yakni Ruli yang mengklaim bahwa lahan tersebut miliknya.

Sehingga dibangun tembok setinggi dua meter lebih dan dipasangi kawat.

"Kasihan anak-anak masih kecil, kalau keluar harus manjat," ucapnya.

Lebih parah lagi jika turun hujan.

Kondisi licin dan dekat kabel listrik berada di atasnya.

"Badan pada lecet - lecet, jatuh juga. Kalau malam hari juga ngeri," kata Melinda tampak sedih

Baca juga: Cerita Anton Medan Hidup Susah Hingga Terlibat Kriminal Saat Remaja, Menangis Saat Cerita Soal Ibu

Diancam Golok

Sementara itu, Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardana, mengungkapkan bahwa Melinda dan keluarganya pernah diintimidasi.

Keluarga Melinda sempat mendapat intimidasi dari Ruli, yang mengklaim bahwa itu merupakan lahan miliknya.

"Terkait kasus pengancaman," ujar Wisnu kepada Warta Kota, Minggu (14/3/2021).

Menurutnya, pihak keluarga korban telah melaporkan perihal ini kepada polisi.

Dan saat ini polisi tengah menindak lanjuti laporan tersebut.

"Untuk laporan ke kepolisian sementara berproses," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved