Bermodal Belajar dari Youtube, Ini Cerita Robei Budidaya Ikan Nila Untung Besar

Robei lebih memilih budidaya ikan Nila karena caranya lebih mudah meskipun modalnya lebih mahal.

Penulis: Khairul Maarif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Robei Madusup (46) memberi pakan di kolam ikan nila di sekitar rumahnya di Lingkungan Kubang Lesung Gegunung RT 01/01, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Rabu (17/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Dari tiga kolam terpal budidaya ikan nila, seorang warga di Kota Cilegon mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah dalak sebulan. 

Robei Madusup (46) "menyulap" lahan kosong di sekitar rumahnya di Lingkungan Kubang Lesung Gegunung RT 01/01, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, menjadi tempat budidaya ikan Nila.

"Awalnya istri saya enggak mau karena di samping kanan kirinya enggak ada rumah satu pun," tuturnya kepada TribunBanten.com saat ditemui di tempat budidaya ikannya, Rabu (17/3/2021).

Robei menceritakan, semula ia tidak berencana melakukan budidaya ikan nila.

Justru awalnya ia menyarankan kakaknya yang tengah menganggur untuk budidaya ikan nila. Namun, justru kini ia yang dominan menjalankan usaha budidaya ikan nila ini.

Ia kali pertama mengetahui budidaya ikan nilai dari sejumlah tayangan video budidaya ikan di Youtube, seperti chanel Bang Gullo.

Mulanya Robei membuat dua kolam terpal dengan diisi ratusan bibit ikan nila serta pakan. Saat itu, iamenghabiskan modal sekitar Rp 5 jutaan.

Baca juga: Dari Patungan, 3 Anak Muda Cilegon Usaha Jamur Beromzet Jutaan Rupiah hingga Pekerjakan Ibu-ibu

Baca juga: 103 Ribu Pelaku Usaha di Kabupaten Serang Terima BPUM di Masa Pandemi

Awal usahanya itu mengalami kegagalan karena sebagian besar bibit ikan nila itu mati.

"Hanya sisa 150 bibit yang hidup, sisanya mati karena aeratornya kurang besar," ujarnya.

Ia tidak menyerah atas kegagalan itu. Kegagalan itu justru membuatnya penasaran dan semangat untuk melakukan budidaya ikan nila agar lebih baik, termasuk memperbaiki kesalahan.

"Saya ganti aerator yang lebih besar dan beli bibitnya di Pandeglang, beda sama yang pertama beli di Cilegon," tuturnya.

Baca juga: Tangkap Peluang Bisnis saat Pandemi, Aditya Dapat Rp3 Juta Per Bulan dari Laundry Sepatu di Rumah

Saat ini Robei memiliki lima kolam dengan jumlah 1550 ekor Ikan Nila.

"Dari awal saya belum panen, mungkin sekitar dua bulan lagi baru panen pertama," ujarnya.

Robei berharap di Kota Cilegon terdapat Benih Bibit Ikan Tawar (BBIT).

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved