Pakai Ekskavator, Satpol PP Robohkan Tembok Sepanjang 300 Meter Yang Kurung Satu Rumah di Ciledug
Herry Murlya, anak ketiga dari keluarga almarhum Anas Burhan tampak menyaksikan proses pembongkaran.
Pada kesempatan tersebut, Asep menerangkan bahwa sebenarnya jalanan tersebut di waqafkan oleh orang tua dari Ruli.
"Menurut informasi almarhum Munir itu hibah dari pada bapaknya yang punya lahan ini, artinya yang punya bapaknya Ruli," tandas Asep.
Awalnya viral sebuah video di media sosial Instagram yang memperlihatkan sejumlah pria membuat pagar dengan tumpukan beton di salah satu rumah di kawasan Pondok Kacang, Ciledug, Kota Tangerang.
Video yang berdurasi 25 detik itu, memperlihatkan tiga orang pria menutup pagar rumah tersebut dengan tumpukan beton.
Video itu tayang sebanyak 1.158 dan 11 tanggapan.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Bawa Alat Berat, Satpol PP Bongkar Tembok Beton Setinggi 2 Meter Kurung Satu Rumah di Tangerang, https://jakarta.tribunnews.com/2021/03/17/bawa-alat-berat-satpol-pp-bongkar-tembok-beton-setinggi-2-meter-kurung-satu-rumah-di-tangerang?page=all.
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/satpol-pp-kota-tangerang-dengan-ekskavator-merobohkan-pagar-tembok-di-ciledug.jpg)