Pakai Ekskavator, Satpol PP Robohkan Tembok Sepanjang 300 Meter Yang Kurung Satu Rumah di Ciledug

Herry Murlya, anak ketiga dari keluarga almarhum Anas Burhan tampak menyaksikan proses pembongkaran.

Editor: Abdul Qodir
TribunJakarta,com/Ega Alfreda
Satpol PP Kota Tangerang dengan ekskavator merobohkan pagar tembok beton sepanjang 300 meter dan setinggi 2 meter yang mengurung satu rumah di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, pada Rabu (17/3/2021). 

Sebab, proses betonisasi terjadi sejak tahun 2019.

Warga Panjat Tembok 2 Meter karena Akses Rumah Ditutup di Ciledug, Begini Solusi Pemkot Tangerang

Baca juga: Pemkot Tangerang akan Robohkan Pagar Tembok Beton yang Tutup Akses Rumah, Buntut Mediasi Gagal

Asep menjelaskan, almarhum kakeknya, Munir, membeli rumah melalui acara lelang dari sebuah bank.

Munir pun berhasil membeli tanah dengan harga murah seluas 1.000 meter.

"Sekitar tahun 2016 beli rumah, harganya murah banget dari hasil lelang. Itu sudah lengkap sama bangunannya," kata Asep, Senin (15/3/2021).

Pasalnya, almarhum Munir tidak tahu menahu soal kepemilikan tanah tersebut.

Tiba-tiba pada tahun 2019, seseorang yang mengaku pewaris tanah tiba-tiba datang.

"Tapi jalan yang di situ punya saya dipagar lah jalan itu," kata Asep menirukan nada yang mengaku sebagai ahli waris.

"Saat itu, kami masih dikasih akses masuk, cuma bisa satu motor," tambah Asep.

Baca juga: Permudah Pembuatan KTP Warga, Disdukcapil Kabupaten Serang akan Bentuk UPT di Setiap Kecamatan

Lanjutnya, ketika memasuki musim hujan awal tahun ini, kawasan tersebut digenangi banjir tinggi.

Menyebabkan beton yang menghalangi rumahnya roboh.

"Eh malah setelah banjir dipasang kawat di atas," keluh Asep.

Baca juga: Polemik Tembok Beton Berduri di Ciledug Tutup Akses Warga, Perintah Wali Kota: Segera Bongkar

Asep juga mengatakan, ibunya mengalami trauma saat beton yang menutupi rumahnnya roboh.

Dikarenakan, Ruli yang mengaku sebagai pemilik tanah mengancam dengan menggunakan senjata tajam berjenis golok.

"Ibunya ini sempet dikalungin golok gara-gara pager roboh. Kemarin itu kerendem banjir, nah tiba-tiba katanya pager ada yang roboh. Engga tahu lah entah karena banjir atau karena ambles," cerita Asep.

Baca juga: Tahun Ini 75 Rumah Tidak Layak Huni di Cipocok Jaya Diperbaiki, Masing-masing Dapat Rp 20 Juta

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved