Mengenal Gereja Katedral Makassar: Gereja Tertua di Sulsel, Pernah Dibom Tentara Sekutu pada 1943
Berikut ini sejarah Gereja Katefral Makassar yang pernah dibom pasukan sekutu pada tahun 1943
TRIBUNBANTEN.COM - Berikut adalah sejarah Gereja Katedral Makassar, tempat kejadian bom bunuh diri, Minggu (28/3/2021).
Terjadi insiden bom bunuh diri yang menyebabkan banyak orang terluka.
Insiden tersebut terjadi di Gereja Katedral yang beralamatkan di Jalan Kajaolalido No. 14 Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Pelaku Bom Makassar Pakai Bom Panci dan Pernah Beraksi di Philipina, Misteri Motor Pelaku Terungkap
Rupanya peristiwa bom di Gereja Katedral ini bukan untuk yang pertama kalinya.
Gereja Katedral pernah terkena ledakan bom pada 9 Oktober 1943 pada saat Kota Ujung Pandang dibom oleh tentara sekutu.
Bom tersebut jatuh berjarak 10 meter dari gereja dan berkekuatan besar sehingga menyebabkan kerusakan di bagian altar.
Sejarah Gereja Katedral
Dikutip dar TribunBatam.id, Gereja Katedral Makassar memiliki nama resmi Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus.
Dulunya Gereja Katedral Makassar ini bernama Gereja Katedral Ujung Pandang.
Gereja Katedral Makassar didirikan pada tahun 1898 dan merupakan gereja tertua di Sulawesi Selatan.
Pembangunan tempat ibadah ini tak lepas dari penyebaran agama Katollik di wilayah Makassar dan sekitar Sulawesi Selatan.
Pada 1525, 3 orang pastor dan misionaris dari Portugal singgah ke Makassar.
Mereka adalah Pastor Antonio do Reis, Cosmas de Annunciacio, Bernardinode Marvao.
Bersama mereka, ikut pula seorang bruder.
Pada 1548, Pastor Vincente Viegas menyusul dari Malaka untuk bertugas di Makassar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/gereja-katedral-makassar.jpg)