Bom Makassar
Pasca-Bom di Makassar, Pengamanan Kantor Polisi dan Rumah Ibadah di Banten Diperketat
Polda Banten juga akan melakukan patroli gabungan berskala besar untuk upaya pencegahan aksi terorisme dan kejahatan lainnya.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Polda Banten juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak ikut menyebarkan foto atau video dengan konten kekerasan seperti ledakan bom di Gereja Katedral Makassar.
Masyarakat pun diimbau agar tidak terhasut jika ada pihak yang menyebarkan video atau foto berkonten kekerasan.
Baca juga: Fakta-fakta Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar: Pelaku Kelompok JAD hingga Gunakan Bom Panci
Baca juga: Motor yang Digunakan Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Ternyata Milik Kerabat Honorer DPRD Sulsel
Polda Banten juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi aksi terorisme ini dengan peduli terhadap hal-hal mencurigakan di lingkungannya dengan cara profesional.
Edy menambahkan, pihaknya juga meminta bantuan tokoh warga seperti ulama, untuk memberikan edukasi ke masyarakat agar tidak mudah terhasut atas ajakan perbuatan yang dapat merugikan.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri yang dilakukan suami istri di gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021) pagi.
Kedua pelaku dengan sepeda motor itu melakukan aksi bom bunuh diri diduga dari bom panci.
Ledakan tersebut mengakibatkan kedua pelaku tewas dengan tubuh hancur dan 20 orang mengalami luka-luka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pengamanan-kantor-polisi-polres-dan-polsek-diperketat-pasca-serangan-terorisme.jpg)