Bom Makassar

Pasca-Bom di Makassar, Pengamanan Kantor Polisi dan Rumah Ibadah di Banten Diperketat

Polda Banten juga akan melakukan patroli gabungan berskala besar untuk upaya pencegahan aksi terorisme dan kejahatan lainnya.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah polisi bersenjata lengkap, bersiaga di pintu masuk Mapoores Jakarta Timur, Rabu (16/5/2018), pasca-serangan teror di sejumlah lokasi di Indonesia. 

  

Polda Banten juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak ikut menyebarkan foto atau video dengan konten kekerasan seperti ledakan bom di Gereja Katedral Makassar.

Masyarakat pun diimbau agar tidak terhasut jika ada pihak yang menyebarkan video atau foto berkonten kekerasan.

Baca juga: Fakta-fakta Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar: Pelaku Kelompok JAD hingga Gunakan Bom Panci

Baca juga: Motor yang Digunakan Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Ternyata Milik Kerabat Honorer DPRD Sulsel

   

Polda Banten juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi aksi terorisme ini dengan peduli terhadap hal-hal mencurigakan di lingkungannya dengan cara profesional.

Edy menambahkan, pihaknya juga meminta bantuan tokoh warga seperti ulama, untuk memberikan edukasi ke masyarakat agar tidak mudah terhasut atas ajakan perbuatan yang dapat merugikan.

  

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri yang dilakukan suami istri di gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021) pagi.

   

Kedua pelaku dengan sepeda motor itu melakukan aksi bom bunuh diri diduga dari bom panci.

   

Ledakan tersebut mengakibatkan kedua pelaku tewas dengan tubuh hancur dan 20 orang mengalami luka-luka. 

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved