Breaking News:

Warganya Masih Hidup Dalam Kemiskinan, Kades Sidumanik Sudah Berulang Kali Ajukan Bantuan

Hal ini disebabkan kurangnya perhatian dari pemerintah setempat untuk memperhatikan nasib para masyarakat yang hidup di wilayah pelosok.

TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Rumah warga di Kampung Cimuncang, RT 01/RW 05, Desa Desa Sudimanik, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Beberapa warga yang tinggal di wilayah Kampung Cimuncang, Desa Sidumanik, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Sebagian dari mereka hidup mengandalkan hasil perkebunan dan tak jarang bekerja sebagai buruh lepas yang bekerja ditempat orang lain yang berada di luar desa.

Kepala Desa Sidumanik, Eman Suherman tidak menampikkan terkait masih adanya warga yang hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan di wilayahnya.

Hal ini disebabkan kurangnya perhatian dari pemerintah setempat untuk memperhatikan nasib para masyarakat yang hidup di wilayah pelosok.

Rumah warga di Kampung Cimuncang, RT 01/RW 05, Desa Desa Sudimanik, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten tinggal dalam keterbatasan tanpa aliran listrik
Rumah warga di Kampung Cimuncang, RT 01/RW 05, Desa Desa Sudimanik, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten tinggal dalam keterbatasan tanpa aliran listrik (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

"Kami sudah sering mengajukan bantuan perbaikan jalan dan aliran listrik. Akan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan terkait perbaikan tersebut," katanya saat ditemui, Senin (29/3/2021).

Berdasarkan data yang diperoleh setidaknya terdapat 12 rumah yang berada di Kampung tersebut yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Baca juga: Kisah Warga Pandeglang Tinggal di Pelosok Selatan Banten, Setiap Malam Anak-Anak Belajar Dalam Gelap

Baca juga: Penderita TBC di Pandeglang Capai 2.098 Orang dalam Setahun, Dinkes: Lebih Bahaya Dari Covid-19

Indikator tersebut berdasarkan dari pendapatan dan keadaan fisik bangunan rumah yang berada disana.

Dirinya juga sudah seringkali menyampaikan terkait keadaan jalan dan rumah masyarakat dalam musyawarah Kecamatan, namun tidak ada kepastian kapan akan diperbaiki jalan tersebut.

"Intinya kami sudah mencoba meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten. Dan kami berharap agar pemerintah dapat segera melakukan perbaikan secara menyeluruh yang berada di wilayah kami ini," tegasnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved