Breaking News:

Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Bagaimana Dampak Bagi Hotel & Restauran? Ini Kata PHRI Banten

Pemerintah melarang mudik pada Hari Raya Idul Fitri pada 6-17 Mei 2021. Kebijakan itu berlaku bagi seluruh masyarakat

Instagram @astonanyer
Aruba Aquavillas with Private Pool di Hotel Aston Anyer 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah melarang mudik pada Hari Raya Idul Fitri pada 6-17 Mei 2021.

Kebijakan itu berlaku bagi seluruh masyarakat termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, karyawan swasta, dan pekerja mandiri.

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Satgas Covid-19: Langgar Aturan Bakal Kena Sanksi

Baca juga: Tanggapi Larangan Mudik, Gubernur Banten Wahidin Halim: Udah di Banten Aja, Jangan Mudik

Bagaimana dampak larangan mudik itu bagi hotel dan restauran yang ada di Banten?

Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Ashok Kumar, menerima keputusan larangan mudik lebaran itu untuk mencegah lonjakan kasus positif Covid-19 di Banten.

Menurut dia, pangsa pasar dari hotel dan restauran di Banten berasal dari DKI Jakarta dan di dalam wilayah sendiri.

Untuk itu, pihaknya akan melihat bagaimana pemerintah pusat menerapkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

“Market hotel dan restoran 70 sampai 80 persen berasal dari Jabodetabek dan Banten itu sendiri,” ujar Ketua Harian PHRI Ashok Kumar kepada TribunBanten.com, Rabu (31/3/2021).

Dia menilai, kebijakan ini hanya memberikan implikasi yang minim bagi hotel dan restoran di Banten.

Terlebih saat ini pemerintah pusat telah berkomitmen menggeser kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exibition (MICE) ke daerah-daerah di Banten, khususnya Tangerang raya.

Halaman
123
Penulis: Amanda Putri Kirana
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved