Sempat Heboh Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Ternyata Budidaya Lobster Potensi Raup Untung, Ini Buktinya
Bagi yang bingung memulai bisnis, alangkah baiknya untuk mempertimbangkan usaha budidaya lobster.
Nelayan juga perlu didorong untuk tidak sebatas menjadi nelayan atau pembudidaya, tetapi juga jadi scientist di bidang lobster.
Manajemen juga perlu dilakukan dengan pendekatan dari aspek ekonomi, ekologi, dan sosial.
Terkait penangkapan, perlu dilakukan pendataan stock BBL, lobster muda dan lobster dewasa berdasarkan WPP.
Baca juga: Udang Lobster Lebak Dilirik Investor, Pemprov Banten Lakukan Pengembangan dan akan Eksploitasi
Baca juga: Kisah Menteri Edhy Prabowo, Dari Tukang Pijat Prabowo hingga Terjepit Uang Lobster
"Penangkapan benur atau BBL diharapkan sebagai upaya manfaatkan SDA untuk sebesar besar kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan sesuai amanat undang-undang"
"serta jadi bagian dari upaya membangun industri lobster yang hebat berbasis budidaya (Mariculture)"
"Masyarakat hendaknya juga diberikan arahan untuk tidak menangkap lobster muda yang berukuran 40-100 g"
"begitu juga aturan pembatasan penangkapan lobster dewasa berdasarkan WPP untuk menjaga keberlanjutan lobster di alam," jelas Yudi Nurul Ihsan.
Adanya kolaborasi pentahelic antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, masyarakat, serta dukungan media diharapkan untuk membangun budidaya lobster sebagai kebanggaan Indonesia.
"Terutama melakukan riset bersama terkait pendataan stock BBL, lobster muda, lobster dewasa berdasarkan WPP, dampak ekologi, ekonomi, dan social dari pengelolaan lobster"
"serta pengelolaan kawasan konservasi lobster disamping penguatan teknologi budidaya lobster yang meliputi pakan, penyakit, parasite, dan teknik budidaya yang tepat," katanya.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Budidaya Lobster di Masa Pandemi Covid-19, Ini Penyebab Indonesia Masih Tertinggal Jauh dari Vietnam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-panen-lobster.jpg)