Breaking News:

Genjot Wisatawan, 7.500 Usaha Wisata di Banten Akan Dapat Sertifikat CHSE dari Kemenparekraf

Dua usaha wisata di Banten telah menerima sertifikasi CHSE tersebut, yakni Marbella Hotel Convention & Spa Anyer dan Tanjung Lesung Resort.

Traveloka.com
Marbella Hotel, Convention & Spa di Anyer, Kabupaten Serang, Banten 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sejumlah usaha wisata di Banten diprediksi banjir wisatawan pada musim libut Lebaran 2021 menyusul larangan mudik pemerintah.

Untuk mendukung hal itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan beberapa upaya untuk menggenjot tingkat kunjungan wisatawan.

Di antaranya dengan memberikan sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) ke 7.500 usaha wisata di Banten yang layak menerima.

Dua usaha wisata di Banten telah menerima sertifikasi CHSE tersebut, yakni Marbella Hotel Convention & Spa Anyer dan Tanjung Lesung Resort.

 "Hotel di Marbella dan Tanjung Lesung sudah mendapatkan sertifikat CHSE. Akan tetapi masih banyak hotel yang ada di Banten yang belum mendapatkan sertifikat CHSE," ujarm Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di Marbella Hotel Convention & Spa Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (6/4/2021) malam.

Menparekraf, Sandiaga Uno berkunjung ke Tanjung Lesung
Menparekraf, Sandiaga Uno berkunjung ke Tanjung Lesung (Istimewa)

Mengutip laman resmi kemenparekrat, sertifikasi CHSE adalah pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Baca juga: Ingin Staycation di Hotel? Berikut Tips Aman Menginap di Hotel Saat Pandemi Covid-19

Baca juga: BPS: Tingkat Hunian Hotel di Banten Naik 39,19 Persen, Bintang 4 Paling Diminati

Sertifikasi CHSE meliputi daya tarik wisata, desa wisata, homestay/pondok wisata, hotel, restoran/rumah makan, tempat penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konvensi dan pameran, arung jeram, golf dan usaha wisata selam.

Sandiaga menyatakan Kemenparekrat akan mendorong setiap usaha wisata di Banten agar menerapkan CHSE yang juga merupakan bagian dari Adaptasi Kebiasaan Baru dan penerapan Protokol Kesehatan.

Ia juga telah meminta kepada para kepala dinas pariwisata di delapan kabupaten/kota di Banten agar mengebut ketertinggalan tersebut.

Baca juga: Bupati Pandeglang Colek Sandiaga Uno Minta Tanjung Lesung Masuk 10 Destinasi Wisata Prioritas

Baca juga: Mudik Dilarang, Sandiaga Uno Optimistis Destinasi Wisata Banten Banjir Wisatawan

Baca juga: Gaya Sandiaga Uno Kunjungi Agrinex di Pandeglang, Pakai Sneakers dan Baju Wonderful Indonesia

"Makanya saya juga menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk berkolaborasi, karena jujur saja banyak UMKM ini yang tidak bisa mengurus CHSE ini terkendala biaya," terangnya.

Sandi menambahkan pihaknya akan terus memantau tingkat hunian atau okupansi hotel-hotel di Banten pada libur Lebaran tahun ini.

"Kami akan pantau terus di Banten, kemarin di Puncak (Bogor, Jawa Barat) dan Candi Borobudur mengalami peningkatan pengunjung. Pada libur Paskah kemarin, saya dapat informasi okupansi hotel di Banten juga mengalami prningkatan pengunjung," ujarnya.

 
 

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved