Dua Desa di Padarincang Kabupaten Serang Jadi Fokus Program P2WKSS, Apa itu?

Setelah itu, tim melakukan analisa hal apa yang perlu dibantu dan difasilitasi dalam penggarapannya.

Tayang:
dokumentasi Pemkab Serang
Rapat Sosialisasi P2WKSS di Aula DKBP3A Kabupaten Serang, Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pemkab Serang fokus menangani program peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera (P2WKSS) di Desa Bugel dan Batu Kuwung pada tahun ini.

P2WKSS adalah program pemerintah pusat yang harus dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit, mengatakan P2WKSS adalah program terpadu dari berbagai lintas sektor.

Baca juga: Pemkab Serang Siap Terapkan Satu Data Kependudukan, Belum Punya KTP Elektronik, Segera Melapor

Tujuannya untuk meningkatkan peran wanita menuju keluarga sehat sejahtera di suatu wilayah desa yang berada dalam satu kecamatan.

“Kemudian secara teknis pengharapan kita potret kondisi wilayah desa, sehingga kita tentukan keluarga sasaran sebanyak 200 keluarga di dua desa dalam satu kecamatan,” ujarnya lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Jumat (9/4/2021). 

Setelah itu, tim melakukan analisa hal apa yang perlu dibantu dan difasilitasi dalam penggarapannya.

Dia mencontohkan, jika lingkungannya kumuh kita bangunkan sanitasi, termasuk prasarana akses infrastruktur jalan.

“Jika keluarga memiliki minat dalam jahit menjahit kita lakukan pelatihan menjahit dan lain-lain, sesuai potensi yang dalam keluarga."

Baca juga: Pemkab Serang Mulai Cairkan Dana Hibah, Lembaga Keagamaan Jadi Prioritas Penerima

"Sehingga, diharapkan para kaum hawa memiliki kesempatan untuk kemandirian untuk meningkatan kehidupan yang sehat dan sejahtera,” katanya. 

Adapun sasarannya adalah keluarga yang kurang mampu, termasuk pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Kemudian jika keluarga tidak memiliki dokumen kependudukan seperti KK, KTP, kartu identitas anak, dan akta kelahiran akan dibuatkan. Jika belum memiliki surat nikah, kita masukkan dalam isbat nikah,” ujar Tarkul.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender pada DKBP3A Kabupaten Serang, Neni Nuraeni, mengatakan P2WKSS merupakan progam bersama.

Organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Serang juga turut andil terpusat pada program tersebut.

Baca juga: Perayaan HUT Ke-147 Pandeglang Digelar Sederhana, Pemkab Optimis Ekonomi Warga Kembali Bangkit

“Kami sebagai dinas leading sector ini tentunya harus mengakomodasi apa yang disampaikan program oleh OPD karena sesuai apa yang tertera di dalam keputusan Bupati Serang,” katanya pada Rapat Sosialisasi P2WKSS di Aula DKBP3A Kabupaten Serang, Kamis (8/4/2021).

Menurut Neni, P2WKSS tahun 2021 yang terpusat di Desa Bogel dan Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, satu di antara tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat setempat dan pengentasan kemiskinan.

“Masih banyak banyak kepala keluarga yang perlu kita lakukan untuk bisa hidup lebih sehat dan sejahtera lagi,” ucapnya. 

Dalam implementasi P2WKSS di dua desa tersebut bukan hanya fokus pada sektor kesehatan, perekonomian, dan pendidikan, tetapi juga melihat kultur yang ada.

Seperti sumber daya manusia yang masih banyak kelemahan atau tidak. 

“Bukan hanya sumber daya manusia, tetapi juga kemampuan ekonomi dan fasilitas umum dari beberapa sektor, baik ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Itu semua menunjang."

"Kita lihat dari sisi itu apakah perlu dibenahi atau tidak. Jadi semua OPD terpusat atau mengarah ke dua desa tersebut programnya. Jadi pada intinya sebelumnya tidak pernah bergaya hidup sehat, agar menjadi terbiasa menjadi hidup sehat,” kata Neni. 

Neni mencontohkan guna meningkatkan dari sektor perekonomian akan digelar, misalnya pelatihan, industri rumahan dan UMKM.

Baca juga: Kabar Gembira! Pemkab Serang Ajukan Penambahan Penerima dan Insentif Guru PAUD, Himpaudi: Syukurlah

Jadi, kaum perempuan atau istri yang tadinya tidak bisa berbuat apa-apa yang hanya mengandalkan penghasilan dari suami bisa mengembangkan potensi yang ada. 

“Di dua desa itu potensinya ada kenapa tidak dikembangkan, sehingga nilai ekonomi bisa bertambah. Bahkan orang yang tidak mampu berbuat apa-apa menjadi mampu."

Baca juga: Wujudkan Kota Ramah Perempuan & Anak, Pemkab Serang Optimistis Raih Nilai Utama Verifikasi APE 2021

"Di situ misalnya ada salah satu kemampuan orang itu bisa membuat kue atau keripik bisa dikembangkan untuk membuat itu, sehingga untuk dirinya bisa memenuhi kebetuhan ekonomi tidak hanya mengandalkan suami dan menambahkan ekonomi keluarganya,” ucap Neni.

“Sehingga keluarga sehat dan sejahtera itu dari beberapa sektor tidak melihat hanya dari sektor kesehatan, ekomoni, dan pendidikan lebih jelasnya semua sektor,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved