Nasib Agen Travel Asal Serang di Tengah Pandemi dan Larangan Mudik, Pendapatan Merosot Tajam
Para pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan di Kota Serang terkena imbas larangan mudik dari Pemerintah.
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana
TRIBUNBANTEN.COM - Para pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan di Kota Serang terkena imbas larangan mudik dari Pemerintah.
Sebelumnya pemerintah secara resmi telah melarang mudik lebaran 2021 selama 6 hingga 17 Mei 2021.
Selain itu perjalanan transportasi telah diperketat dua pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.
Alfann Khoiro Azmi, pelaku bisnis agen perjalanan Alfann Tours and Travel mengatakan, kebijakan tersebut berdampak pada pembatalan semua rencana perjalanan oleh calon penumpang atau traveller.
“Ya karena adanya pembatasan serta penutupan pelabuhan, bandara, terminal, dan akses jalan lainnya, jadi mau dipaksakan juga tidak bisa,” katanya kepada TribunBanten.com melalui sambungan seluler, Minggu (25/4/2021).
Alfann Tours and Travel merupakan satu di antara travel di Kota Serang-Cilegon yang bergerak di bidang pariwisata seperti tur kota, perjalanan lokal dan internasional, serta study tour ke daerah-daerah wisata di luar kota.
Baca juga: Pemberlakuan Larangan Mudik Lebaran, Aktivitas di Terminal Pakupatan Serang Masih Normal
Baca juga: Mudik Dilarang, Pemerintah Kota Tangerang Berlakukan SIKM pada 6-17 Mei 2021
Travelnya juga menyediakan jasa untuk antar jemput bandara serta perjalanan dinas perusahaan.
“Menurut saya, kebijakan pemerintah yang melarang mudik namun memperbolehkan untuk pergi wisata ini sedikit membingungkan. Selain itu kan hanya bisa berwisata lokal, orang sini jarang ada yang sewa untuk dalam kota,” jelas Alfan.
Alfan mengaku, selisih jumlah penumpang travelnya antara sebelum dan sesudah pandemi Covid-19 cukup banyak.
Sebelum pandemi Covid-19 biasanya ia mendapatkan 100 order perjalanan setiap harinya.
Sedangkan setelah pandemi, khususnya pada 2021, bisnisnya tersebut mengalami penurunan permintaan yang cukup drastis hingga mencapai 90 persen.
Baca juga: Polda Banten Belum Lakukan Penyekatan Meski Larangan Mudik Berlaku Mulai 22 April, Ini Alasannya
Baca juga: Berlaku Larangan Mudik dan Harga Tiket Bus Naik, Penumpang: Asal Bisa Lebaran di Kampung
“Intinya pandemi Covid-19 dan larangan mudik ini mempengaruhi penurunan jumlah income kita dimana penurunannya selama masa ini kira-kita sekitar 60 persen lebih. Sulit pulih lah,” kata pria 25 tahun ini.
Hal yang sama dikemukakan oleh Bintang Firdaus, marketing agen perjalanan Airlangga Travel yang omzetnya menurun drastis akibat dari masa pademi Covid-19.
“Kami sempat vakum dari Maret hingga November 2020 karena tidak ada satupun masyarakat yang ingin melakukan perjalanan wisata. Omzet menurun sekitar 80 persen,” kata Bintang.