Breaking News:

Larangan Mudik Diperketat, Pengusaha Bus Rugi Hingga Rp 25 Miliar

Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Lesani Adnan, mengungkapkan larangan mudik Lebaran 2021 berdampak negatif bagi pemasukan PO Bus

adiechipoy
Agen tiket bus Rosalia Indah 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Lesani Adnan, mengungkapkan larangan mudik Lebaran 2021 berdampak negatif bagi pemasukan Perusahaan Otobus (PO) Bus.

Pemerintah menetapkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 mulai 6-17 Mei 2021. Sebelum pemberlakuan larangan itu, pemerintah telah memutuskan untuk mengetatkan aturan syarat perjalanan dalam negeri.

Pengetatan aturan syarat perjalanan dalam negeri itu berlaku mulai 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.

Pemberlakuan aturan itu berdampak banyak masyarakat yang akhirnya urung berangkat dan mengajukan pengembalian uang tiket atau refund.

Akibatnya PO bus banyak yang merugi.

Baca juga: Syarat Mudik Lebaran 2021 Pakai Mobil Pribadi

Baca juga: Satgas Covid-19 Ajak Warga Mudik Secara Virtual, Posko di Daerah Diminta Fasilitasi

Adnan menyebut jumlah calon penumpang yang minta refund tiket saat ini ditaksir mencapai 70 Persen.

Hal itu pula yang membuat kerugian bagi para PO bus hingga Rp 25 miliar.

"Sudah 70 Persen orang yang minta refund tiket. Akibatnya PO bus mengalami kerugian mencapai Rp 25 miliar kalau ditotal. Kerugian ini mungkin bisa bertambah jika jumlah calon penumpang yang memutuskan refund bertambah lagi," katanya.

Menurut dia, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mudik telah dilarang dari 22 April-24 Mei setelah diterbitkannnya Addendum Kasatgas Covid-19 pada 22 April 2021 kemarin.

Efeknya membuat calon penumpang membatalkan perjalanannya melalui tiket yang sudah dipesan atau refund.

Halaman
12
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved