Breaking News:

Warga Jabodetabek Dilarang Mudik dan Wisata ke Banten, Wahidin: Gue di Rumah Aja Saat Lebaran

Wahidin mengatakan meski secara administrasi masuk wilayah Provinsi Banten, tetapi Tangerang Raya secara aglomerasi Tangerang masuk wilayah perbatasan

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Kompas.com/Kristianto Purnomo
Petugas melakukan penyekatan di pos Rindu Alam, Kabupaten Bogor, Senin (1/6/2020). Penyekatan di lokasi yang berbatasan dengan wilayah Cianjur ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui aktivitas mudik masyarakat. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Gubernur Banten Wahidin Halim mengeluarkan kebijakan larangan warga Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) masuk wilayah Kabupaten dan Kota Serang, Pandeglang, Lebak, Serang dan Cilegon.

Juga demikian warga Pandeglang, Lebak, Cilegon, Kabupaten dan Kota Serang tidak boleh masuk wilayah Jabodetabek.

Kebijakan ini berlaku saat pemberlakuan larangan mudik 6-17 Mei 2021, termasuk saat Hari Raya Idul Fitri.

Keputusan ini diambil melalui rapat dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Bahkan, Wahidin mengatakan hal yang sama berlaku bagi dirinya dan keluarga.

Baca juga: Pemkab Lebak Izinkan Warganya Mudik Lokal dan Wisata di Banten, Kecuali Tangerang Raya

Baca juga: Cegah Pemudik, Jalur Perbatasan Jakarta-Banten Diawasi Ketat, Ini Lokasi Pos Penyekatan

"Cuma gubernur, bagaimana saat Idul Fitri nanti? Dari Tangerang nggak boleh ke sini, gue di rumah aja, kan itu wilayah gubernur secara administratif," ujarnya melalui keterangan resmi kepada Tribunbanten.com, Senin (3/5/2021).

Gubernur Banten, Wahidin Halim
Gubernur Banten, Wahidin Halim (Istimewa/Dok Humas Pemprov Banten)

Kebijakan ini bukan bermaksud diskriminasi terhadap warga wilayah Tangerang Raya

Wahidin mengatakan meski secara administrasi masuk wilayah Provinsi Banten, tetapi Tangerang Raya secara aglomerasi Tangerang masuk wilayah perbatasan DKI Jakarta.

Ia mengatakan pihaknya akan menerapkan larangan mudik sebagaimana kebijakan pemerintah pusat mulai 6 sampai 17 Mei 2021 untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Pihak Pemprov pun terus berkoordinasi dengan bupati dan wali kota untuk terus memantau langsung kebijakan tersebut, termasuk terjadinya kerumunan.

Warga Jabodetabek yang memaksakan diri masuk wilayah Banten akan diputar balik oleh petugas di sejumlah titik penyekatan.

Baca juga: ASN Kota Serang Dilarang Mudik, Guru Hingga Kepala Sekolah Wajib Share Loc

Adapun untuk ASN yang ingin masuk dan keluar wilayah Banten untuk keperluan kedinasan harus dilengkapi surat izin dari pimpinan dinas terkait.

"ASN memang nggak boleh, kecuali ada orang Tangerang khusus untuk pekerjaan," jelasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved