Provokator Terobos Penyekatan Mudik Ditangkap, Sempat Teriak dan Nyalakan Klakson saat Dihadang

Jajaran Polres Metro Bekasi mengamankan empat orang diduga provokator yang mengajak warga menerobos pos penyekatan larangan mudik Lebaran 2021.

Editor: Glery Lazuardi
WartaKota/Muhammad Azzam
Ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor berhasil menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi- Karawang, pada Minggu (9/05/2021) pukul 22.40 WIB. 

TRIBUNBANTEN.COM - Jajaran Polres Metro Bekasi mengamankan empat orang diduga provokator yang mengajak warga menerobos pos penyekatan larangan mudik Lebaran 2021.

Sebanyak empat orang provokator diamankan petugas di titik penyekatan Jalan Rengas Bandung, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (11/5/2021) dini hari.

Keempat orang yang diamankan menjadi provokator agar para pemudik menerobos barikade petugas di titik penyekatan tersebut.

Baca juga: Modus Mudik, Ngaku Suami Istri Biar Lolos Nyeberang ke Lampung

Baca juga: Mudik Dilarang, Warga Sekitar Terminal Curhat Dua Kali Lebaran Tak Pulang Kampung

Pantauan Wartakotalive.com (group TribunBanten.com), awalnya para pemudik yang diputar balik itu berhenti dibahu jalan di jalur arah ke Jakarta. Petugas meminta pemudik untuk kembali pulang ke rumah.

Permintaan itu tidak didengar, justru mereka membunyikan klakson hingga terdengar teriak agar semua memutar arah menuju ke kampung halamannya.

Susana semakin tidak kondusif, para pemotor hendak melawan arah. Petugas terus berusaha mencegahnya.

Sorak sorak hingga teriakan dari pemudik membuat petugas mengamankan sejumlah orang yang menjadi provokator dan menantang petugas.

"Kamu ini jangan teriak-teriak, kamu provokator. Bawa-bawa," kata perwira polisi di lokasi.

Ada sebanyak empat orang diamankan petugas kepolisian dan dibawa ke Posko Penyekatan.

"Iya betul tadi (diamankan) dia melakukan ajakan memancing orang buat lawan arah terobos," kata Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Ojo Ruslani, pada Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Lima Hari Larangan Mudik, 3 Bus Nekat Bawa Penumpang ke Arah Serang, Begini Nasibnya

Baca juga: Cerita Polisi yang Tugas di Pos Penyekatan, Dua Kali Lebaran Tidak Mudik Hanya Andalkan Video Call

Ojo menjelaskan mereka dibawa ke Posko Penyekatan guna dilakukan pendataan serta pembinaan.

"Kita balikan lagi, didata jika kedapatan melakukan hal serupa bakal dilakukan penindakan," kata Ojo.

Lolosnya Ribuan Pemudik di Kedungwaringin karena Diskresi Polisi

Sebelumnya diberitakan, Polres Metro Bekasi bakal menambah jumlah personil dalam menjaga pos penyekatan Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Bekasi-Karawang.

Hal itu dilakukan sebagai antisipasi terulangnya kejadian pada Minggu (9/5/2021) malam.

Para pemudik cukup padat yang hendak melintasi pos penyekatan tersebut, sehingga terjadi macet total hingga sepanjang lima kilometer.

Alhasil, petugas terpaksa membuka penyekatan itu sesaat.

Langkah tersebut diungkapkan Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan guna mengurangi kepadatan tersebut.

"Bukan jebol sebenarnya, tapi atas diskresi kepolisian melihat situasi. Guna mengurai kepadatan juga," kata Kombes Hendra Gunawan pada Senin (10/5/2021).

Baca juga: Mudik Lebaran 2021 Masih Dilarang Meski Vaksinasi Covid-19 sudah Berjalan? Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Tidak Akan Ada Penerbangan Charter pada Periode Larangan Mudik 6-17 Mei 2021

Hendra menjelaskan sebelum membuka penyekatan pihaknya sudah berkordinasi dengan posko penyekatan dibeberapa wilayah berikutnya, seperti Karawang, Purwakarta dan Subang.

"Kasatlantas saya perintahkan koordinasi dengan Kasatlantas di Karawang, Purwakarta, Subang, dan Cirebon. Di sana akan disekat lagi," terang dia.

Hendra menegaskan alasan pemudik dibiarkan melanjutkan perjalanan karena kondisi yang sudah kondusif. Apalagi akibat kemacetan total yang tidak bisa bergerak menimbulkan kerumunan.

"Ini dinamika, supaya tidak terlalu berkerumun dan jadi potensi penyebaran penyakit. Dibukanya tidak lama, langsung kita tutup lagi," tutur dia.

Hendra menambahkan, pihaknya akan menambah jumlah personil untuk memperkuat posko penyekatan di Kedungwaringin yang berbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang.

"Kami akan menambah personil, diharapkan kejadian serupa tidak terjadi," paparnya.

Baca juga: Ketua Satgas Covid-19: Apapun Alasannya, Bagi Yang Terlanjur Mudik Wajib Karantina Mandiri

Baca juga: Periode Larangan Mudik, ASDP Operasikan 18 Kapal Ferry di Pelabuhan Bakauheni

Ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor berhasil menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi- Karawang, pada Minggu (9/05/2021) malam.

Awalnya, terjadi kemacetan parah arus kendaraan terutama karena sepeda motor. Bahkan sepeda motor nekad melawan arus untuk melewati pos penyekatan yang dijaga petugas gabungan terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Situasi semakin semrawut dan macet tidak bergerak sepanjang lima kilometer.

Petugas gabungan yang berjaga tampak kewalahan dengan membludaknya para pemudik yang memadati dua jalur.

Petugas meminta pemudik untuk putar balik, akan tetapi para pemudik menolaknya. Sehingga sempat macet total sepanjang lima kilometer.

Situasi semakin panas disebabkan para pemudik terus memaksa untuk melintasi pos penyekatan itu.

Khawatir situasi semakin parah dan terjadi hal yang tak diinginkan.

Akhirnya pihak Kepolisian membuka barikade penyekatan tersebut.

Para pemudik tampak sumringah dapat melewati titik penyekatan tersebut.

Pembukaan penyekataan dilakukan tak berlangsung lama, sampai situasi arus kendaraan dinilai aman.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Empat Orang Provokator Agar Pemudik Terobos Barikade Diamankan Petugas

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved